Jeane Laluyan Gelar Reses, Kondisi Ekonomi Jadi Keluhan Masyarakat

Manado, BERITASULUT.CO.ID- Anggota DPRD Sulawesi Utara (Sulut) Jeane  Laluyan melaksanakan Reses II Masa Persidangan Ketiga Tahun 2026, bersama konstituennya. Sabtu (1/8/2026).

Kepada wartawan, Legislator PDI Perjuangan Dapil Kota Manado ini mendapat banyak keluhan dan aspirasi dari warga Kota Manado.

Dimana, persoalan melemahnya kondisi ekonomi menjadi keluhan utama yang disampaikan warga.

“Masyarakat saat ini sangat membutuhkan perhatian pemerintah, khususnya melalui program-program yang mampu mendorong kebangkitan ekonomi keluarga. Yang paling banyak disampaikan masyarakat adalah kondisi ekonomi yang sedang sulit. Mereka membutuhkan bantuan pemerintah untuk memulai atau mengembangkan usaha kecil, seperti bantuan oven, mixer, maupun bantuan UMKM lainnya,” ungkapnya.

Reses Anggota DPRD Sulut Jeane Laluyan


Laluyan pun mengakui bahwa warga saat ini memiliki semangat untuk membuka usaha, walau di tengah ekonomi yang sangat sulit ini.

“Memang adanya tantangan yang dihadapi saat ini, dengan  minimnya akses pemasaran terhadap hasil usaha yang akan mereka produksi. Dan memang sekarang para pelaku usaha masih bingung harus menjual ke mana hasil usaha mereka. Tetapi yang terpenting, mereka memiliki kemauan untuk berusaha terlebih dahulu. Itu harus kita dukung. Jadi itu akan saya usahakan agar apa yang menjadi harapan dan keinginan mereka bisa ditindaklanjuti,”ungkap personil Komisi II DPRD Sulut ini.

Katanya, kondisi ekonomi saat ini menuntut pemerintah untuk menghadirkan kebijakan yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.

“Sekarang kita harus berpikir bagaimana memutar otak agar roda ekonomi bisa kembali berputar. Harapannya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut dapat melahirkan program-program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat sehingga mampu meningkatkan perekonomian mereka,” terangnya.

Sementara itu, salah seorang tokoh masyarakat, Elsa Rembang, menyampaikan apresiasi atas kepedulian Jeane Laluyan terhadap warga. Menurutnya, meski aktif melayani sebagai penatua gereja, Jane tidak pernah membeda-bedakan masyarakat yang dilayaninya.

“Beliau memang seorang penatua, tetapi tidak pernah memilih jemaat ataupun masyarakat. Selama itu masih masyarakatnya, Ibu Jane tetap hadir dan berbuat. Bahkan saat masa reses, ibu-ibu diundang untuk menyampaikan aspirasi. Itu menjadi bukti kepedulian beliau,” tutur Elsa.

Kegiatan reses ini dihadiri 300 orang, dirangkaikan dengan kegiatan ibadah.

Diketahui, Jeane Laluyan pun selain turun meyerap Aspirasi bersama warga Kleak, dan Jemaat GMIM Paulus Titiwungen, Ia pun menjemput aspirasi Di Kelurangan Winangun 2 dan Batu Kota.

(IKa)