Manado,BERITASULUT.CO.ID- Wakil Ketua DPRD Sulut Royke Anter Melaksanakan reses masa persidangan ketiga atau menyerap aspirasi di kantor kelurahan Karame, Kota Manado, Senin (3/8/2026).
Tujuan dilaksanakan reses ini untuk menyerap dan menindaklanjuti aspirasi konstituen pengaduan masyarakat guna memberikan pertanggungjawaban moral dan politis kepada konstituen di dapil masing-masing sebagai perwujudan perwakilan rakyat dalam pemerintahan.
Dalam reses tersebut, ada banyak masukan dan aspirasi dari warga yang ada.
Seperti bapak Steward, dia berharap ada bantuan untuk penampungan sampah dan kriminal.
“Memang kalau tidak salah sudah ada untuk membuat tempat sampah, tapi sampai sekarang belum terlaksana. Jadi kami berharap bisa merealisasikan pengadaan tempat sampah. Kalau bisa dalam setiap dua rumah ada tempat sampah, agar masyarakat tidak membuang sampah di sungai. Dan soal kriminal, disini nanti ada masalah baru aparat bertugas, seharusnya harus mengantisipasi keadaan sekarang ini. Karena saat ini saya lewat tiap hari minggu banyak anak-anak sudah main judi, bahkan Miras, sehingga sudah ada banyak tawuran terjadi,”ungkap Bapak Steward.
Sedang Ibu Mei dari warga karame link 5, curhat soal penerimaan Siswa baru, yang dari SD,SMP dan SMA yang membuat orang tua sangat pusing.
“Ini SD, ternyata dari TK harus melapor kecapil untuk dapat data base agar bisa ke SD. Namun kami di suruh kesana kemari, di suruh ke dinas. Begitu juga penermaan SMP dan SMA. Kami sangat pusing karena pendaftaran online hanya untuk satu sekolah, dan apabila tidak lulus, mau sekolah dimana. Kami berharap masalah Pendidikan ini tidak membuat masyarakat pusing, apalagi soal Zona kami masuk Zona, tapi tetap tidak masuk, malahan di luar zona bisa masuk. Bahkan juga ada yang masuk dengan prestasi, prestasi yang abal-abal,”ungkapnya.
Selain itu juga ada warga berharap ada bantuan untuk pembangunan Masjid Al-Maghfirah Karame.
“Mesjid sudah lama dan perlu perbaikkan, dan kami sudah rapat bahwa masjid ini akan di bongkar total, jadi kami berharap bisa dibantu untuk pembangunan yang ada,”ucap pak Husen Karim.
Menanggapi setiap aspirasi dari masyarakat yang ada, legislator dari Partai Demokrat ini menyampaikan untuk masukan warga akan dirangkum dalam Laporan Hasil Reses untuk diteruskan ke pihak berwenang, baik Pemkot Manado, Pemprov Sulut, maupun instansi Pemerintah Pusat.
Sementara untuk sampah, Anter mengingatkan kesadaran diri untuk masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Sampah ini utama tanggung jawab kita masyarakat. Jangan buang sampah sembarangan karena merusak lingkungan dan menimbulkan bencana. Saya sarankan lewat tokoh agama, baik di gereja maupun di masjid, untuk saling mengingatkan,” ucap mantan Anggota DPRD Kota Manado tiga periode ini.
Untuk keamanan, Anter menyatakan, faktor miras
dan lem Eha-Bond menjadi pemicu utama kriminalitas. Ia mengimbau warga untuk aktif melaporkan kejadian menonjol melalui call center 112 dan berjanji menyuarakan peningkatan patroli kepolisian.
Sementara untuk persoalan pengerukan sungai, Anter menjelaskan bahwa kewenangan tersebut berada di bawah kewenangan Balai Wilayah Sungai (BWS).
Untuk pengajuan bantuan keagamaan, ia menyarankan agar badan pengurus rumah ibadah segera menyusun proposal resmi yang ditujukan kepada Gubernur Sulut.
Pelatihan bagi generasi muda, Anter mengaku menjadi perhatianya untuk dikomunikasikan dengan pihak pihak terkait.
“Tentunya bukan hanya pelatihan tetapi juga harus ada bantuan alat alat. Akan kami koordinasikan dengan Disnaker, Dinas Koperasi dan UMKM serta Dinas Sosial,”ungkap Anter dihadapan masyarakat Karame.
Tak hanya itu untuk Masjid Al-Maghfirah Karame Anter akan memberikan bantuan 50 Sak Semen.
(IKA)



















