Manado, BERITASULUT.CO.ID– Wakil Ketua DPRD Sulut dr. Michaela Elsiana Paruntu (MEP), MARS,Menyoroti PT Pertamina dalam polemik antrean panjang Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dan Pertamax di Sulut yang membuat masyarakat kesulitan beberapa waktu lalu.
Hal ini disampaikannya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) lintas komisi DPRD Sulut bersama PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, yang berlangsung di Ruang Rapat Serbaguna DPRD Sulut, Senin (19/10/2026).
Dikatakan Ketua DPD Partai Golkar Sulut ini masyarakat sangat dirugikan karena masalah utamanya bukan pada ketersediaan kuota, melainkan keterlambatan distribusi dari pihak Pertamina yang memicu kesan kelangkaan di tengah warga.
“Memang kami bersyukur untuk saat ini dilaksanakan RDP di antrian SPBU sudah mulai normal, walaupun belum semua. Hampir setiap hari kami mendapat masukan-masukan, dan kemarin membludak karena faktor pasokan, yang tidak tepat waktu masuk ke Sulut,”ujar Koordinator Komisi II DPRD Sulut ini.
Menurutnya, Pasokan BBM di Sulut informasinya tercukupkan.
“Karena untuk Pertalite, pertamax kita tahu itu cukup untuk pasokan berapa hari. Kalau solar bisa sampai 22 hari, kita tahu itu,”terang MEP.
Lanjutnya, disini terkendala dari PT Pertamina karena ada keterlambatan.
“Kami berharap kejadian seperti ini bukan hanya di Sulut tapi ada beberapa provinsi yang terjadi seperti ini,”tuturnya.
Selain itu ia pun berharap agar ini ada solusinya, mengingat masuk di bulan November dan Desember di Sulut akan menghadapi Natal dan Tahun baru.
“Kami meminta kejadian kelangkaan BBM ini tidak akan terulang lagi. karena BBM tidak terpasok dengan baik. Kalau terpasok dengan baik roda perekonomian akan terus berputar. Dan saya harap ini harus di jamin untuk bulan November dan Desember agar tidak ada terjadi hal seperti ini,”ungkap MEP.
Menanggapi hal tersebut, pihak PT Pertamina Agung Pranata meminta maaf, karena memang ada kondisi teknis dengan cuaca, kabut,asap yang terjadi.
“Memang distribusi BBM mengakibatkan keterlambatan.khususnya via laut mengalami keterlambatan. Memang kapal yang kami gunakan suplai di Sulut, itu sumbernya dari Balikpapan. Jadi ini menjadi tantangan kami dalam mendistribusikan BBM ke Masyarakat. Namun kami terus melakukan berbagai macam upaya,”pungkasnya.
(IKA)



















