Manado kembali “selamatkan” wajah Sulut soal SAKIP, ini kata Menteri Tjahjo Kumolo

  • Bagikan
Menpan-RB Tjahjo Kumolo bersama Walikota Manado GS Vicky Lumentut.
Sekda Kota Manado Micler CS Lakat mewakili Walikota GS Vicky Lumentut saat menerima piagam penghargaan dari Menpan-RB Tjaho Kumolo terkait predikat SAKIP BB 2019, di salah satu hotel di Yogyakarga, Senin (24/02/2020).

YOGYAKARTA, BERITASULUT.CO.ID – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) telah menyerahkan laporan akhir evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Tahun 2019 Wilayah III Tahun 2019. Dan Kota Manado menjadi salah satu daerah penerima penghargaan tersebut.

Penghargaan ini diberikan langsung Menpan-RB Tjahjo Kumolo kepada Sekda Kota Manado Micler CS Lakat SH MH mewakili Walikota DR GS Vicky Lumentut, bertempat di salah satu hotel di Kota Yogyakarta, DIY, Senin (24/02/2020).

Penyerahan SAKIP Wilayah III tersebut, terdiri dari 190 pemerintah daerah, yakni 178 kabupaten/kota dari 12 provinsi. Provinsi tersebut meliputi Provinsi Gorontalo, Sulawesi Barat, Maluku, Papua, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Maluku Utara, Papua Barat, Jawa Tengah, dan DI Yogyakarta.

Dari penilaian tersebut, Pemerintah Kota Manado berhasil mempertahankan Nilai BB atas laporan akhir evaluasi SAKIP Tahun 2019. Dan Kota Manado menjadi satu-satunya daerah di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yang mendapatkan nilai tersebut. Dengan kata lain Manado kembali “selamatkan” wajah Sulut, setelah tahun 2019 lalu juga demikian.

Selengkapnya ini daftar daerah penerima SAKIP 2019 Wilayah III:

PREDIKAT AA
– Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

PREDIKAT A
– Provinsi Jawa Tengah
– Kota Yogyakarta
– Kabupaten Sleman
– Kabupaten Bantul
– Kabupaten Kulon Progo
– Kabupaten Banggai

PREDIKAT BB
– Kota Manado
– Kota Pekalongan
– Kabupaten Gunung Kidul
– Kabupaten Banyumas
– Kabupaten Cilacap
– Kabupaten Wonogiri
– Kabupaten Polewali Mandar
– Kabupaten Bone Bolango
– Kabupaten Sorong

Menteri Tjahjo Kumolo mengatakan bahwa implementasi SAKIP terus mendorong instansi pemerintah untuk fokus pada pencapaian prioritas pembangunan nasional melalui perencanaan dan penganggaran yang terintegrasi, efektif, efisien, serta monitoring dan evaluasi hasil-hasil pembangunan yang dilakukan secara konsisten dan berkala.

Baca Juga:  Bapelitbangda Manado ikut pembahasan LARAP bangunan pengendali banjir Sungai Sario

“Implementasi SAKIP tidak hanya diperuntukan bagi kepentingan daerah sendiri. Harus dapat dirasakan dampaknya oleh masyarakat. Pemerintah harus menjamin bahwa setiap rupiah yang digunakan untuk membiayai program dan kegiatan harus memiliki manfaat ekonomi, memberikan manfaat untuk rakyat, utamanya meningkatkan kesejahteraan,” ujar Menteri Tjahjo Kumolo.(DONWU)

  • Bagikan