“Marijo Bakobong”, GSVL: Lahan ini akan jadi percontohan petani Manado

Walikota Manado GS Vicky Lumentut didampingi Sekda Micler Lakat saat menanam bibit kacang di lokasi pencangan Gerakan Manado “Marijo Bakobong”, Kamis (05/03/2020) sore.(foto: donny/bsc)

MANADO, BERITASULUT.co.id – Gerakan Manado “Marijo Bakobong” atau mari berkebun, yang dicanangkan Walikota Manado DR GS Vicky Lumentut (GSVL) pekan lalu, mulai direalisasikan Kamis (05/03/2020) sore tadi, dengan mulai menanam berbagai jenis komoditi, di lokasi perkebunan Ringroad 2 Kelurahan Buha, Kecamatan Mapanget.

Ada 6 hektar lahan yang disiapkan Pemerintah Kota Manado untuk ditanami berbagai jenis komoditi, dan 2 hektar di antaranya sudah siap ditanami.

Dan Walikota GSVL memulainya dengan menaman bibit kacang, diikuti Sekda Kota Manado Micler CS Lakat SH MH dan jajaran pejabat Pemkot Manado, serta kelompok tani.

Sebelum menancapkan patok untuk melubangi tanah, Walikota GSVL yang juga dikenal sebagai Ketua Komisi Pelayanan Pria Kaum Bapa (PKB) GMIM ini, mendahuluinya dengan membaca doa. Pun demikian ketika bibit kacang ditanam.

“Dalam Nama Tuhan, diberkatilah tanaman ini, kelak bertumbuh dan berbuah. Amin,” ucapnya. Beberapa kali doa tersebut diulanginya.

Walikota Manado GS Vicky Lumentut dengan cekatan mengoperasikan traktor penggembur tanah.(foto: donny/bsc)

Dijelaskannya, selain kacang, ada juga berbagai komoditi lainnya yang akan ditanam. Antara lain rica, tomat, bawang, ubi, jagung, dan lain sebagainya.

“Nantinya lahan ini akan menjadi percontohan bagi petani di Kota Manado. Karena komoditi yang akan ditanam ini diproses ramah lingkungan dengan menggunakan teknologi pertanian,” ujar Walikota GSVL.

Usai menaman bibit kacang, Walikota Manado dua periode ini langsung naik ke traktor penggembur tanah dan mengoperasikannya dengan lancar. Hal ini ia lakukan untuk membuka lahan baru yang belum digarap. Dilanjutkan dengan menaman bibit jagung.

Walikota memastikan akan memantau secara rutin tahap dan proses dari Gerakan Manado “Marijo Bakobong” ini, hingga nantinya panen tiba.

“Saya berharap gerakan ini tidak berhenti di sini saja, tetapi hasilnya akan kita lihat dan panen nantinya,” ujarnya.(DONWU)