JPAR: Awas produk palsu! Jadilah konsumen cerdas dalam memilih obat dan kosmetik

  • Bagikan
Ketua TP-PKK Kota Manado Julyeta PA Runtuwene membawakan sambutan dalam giat Komunikasi Informasi Edukasi BBPOM, Jumat (13/03/2020) sore.(foto: donny/bsc)
Ketua TP-PKK Kota Manado Julyeta PA Runtuwene membawakan sambutan dalam giat Komunikasi Informasi Edukasi BBPOM, Jumat (13/03/2020) sore.(foto: donny/bsc)

MANADO, BERITASULUT.co.id – Di era digital saat ini, penjualan via online obat dan kosmetik makin marak. Hanya saja, masyarakat perlu mengetahui mana obat dan kosmetik asli dan palsu.

Ketua TP-PKK Kota Manado Prof DR Julyeta PA Runtuwene (JPAR) bahkan tak menapik kalau peredaran obat dan kosmetika palsu marak beredar di masyarakat.

“Penggunaan obat yang tidak sesuai ketentuan dan kosmetika mengandung bahan berbahaya dapat menimbulkan risiko terhadap kesehatan. Untuk itu perlu kecermatan konsumen dalam memilih obat dan kosmetik yang aman,” ujarnya di hadapan 600-an peserta kegiatan Komunikasi Informasi Edukasi Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) yang digelar di Ruang Serbaguna Kantor Walikota Manado, Jumat (13/03/2020) sore.

JPAR pun mengajak masyarakat untuk cerdas dalam memilih dan mengkonsumsi produk obat, makanan serta kosmetik yang beredar di masyarakat. Dan lebih cerdas saat membeli produk kosmetik maupun obat-obatan secara online.

“Hal ini dilakukan agar kita terhindar dari produk yang mengandung bahan berbahaya dan dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan,” ujar isteri Walikota Manado GS Vicky Lumentut (GSVL) ini.

Di satu sisi, Ketua PMI Kota Manado menghimbau masyarakat agar mengetahui asli atau palsu obat dan kosmetik dengan menghubungi langsung BBPOM atau melalui aplikasi BPOM di handphone.

Di tempat yang sama, Kepala BBPOM di Manado dr Sandra MP Linthin Apt MKes menjelaskan, ada empat yang dilanggar produk sehingga dikategorikan produk ilegal. Pertama produk tidak memiliki nomor izin edar, nomor izin edar tidak berlaku, nomor izin edar fiktif dan nomor izin edar sudah dicabut karena kandung bahan berbahaya serta produk Jamu mengandang bahan kimia obat,” ujarnya.

Baca Juga:  Walikota GSVL tegaskan PD Pasar tidak perlu setor PAD

Sandra berharap, melalui program edukasi dengan kampanye Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa) serta Aplikasi BPOM Mobile (2D barcode), BPOM turut membangun awareness masyarakat untuk selalu memilih, membeli, dan mengonsumsi produk obat dan makanan yang aman.

“Kesadaran dalam memilih dan mengonsumsi obat dan makanan harus dimulai dari setiap individu. Dengan kampanye Cek KLIK, masyarakat diedukasi untuk menjadi konsumen yang cerdas dan berdaya dalam melindungi diri sendiri, keluarga, dan lingkungannya,” tukas Sandra.

Kegiatan ini juga dihadiri Walikota Manado DR GS Vicky Lumentut, Ketua Komisi IX DPR-RI Felly Estelita Runtuwene, Sekda Kota Manado Micler CS Lakat SH MH, serta sejumlah pejabat Pemerintah Kota Manado dan jajaran BBPOM.(DONWU)

  • Bagikan