Cegah COVID-19 meluas, Walikota GSVL instruksikan libur sekolah 16-27 Maret 2020

  • Bagikan
Walikota Manado GS Vicky Lumentut bertindak cepat dengan menginstruksikan semua sekolah libur selama dua pekan.
Walikota Manado GS Vicky Lumentut bertindak cepat dengan menginstruksikan semua sekolah libur selama dua pekan.

MANADO, BERITASULUT.co.id – Mencegah meluasnya penyebaran wabah virus corona atau COVID-19 di Kota Manado, maka Walikota DR GS Vicky Lumentut (GSVL) memerintahkan semua aktivitas belajar mengajar di sekolah dihentikan selama dua pekan, 16-27 Maret 2020.

“Kebijakan ini dilakukan guna mencegah penyebaran virus corona di Kota Manaso agar tidak semakin meluas,” ujarnya, Sabtu (14/03/2020).

Walikota Manado mengungkapkan, imbas dari penutupan sementara sekolah ini, maka kegiatan belajar-mengajar bisa dilakukan secara mandiri oleh para siswa di rumah, dengan bahan ajar yang diberikan para guru.

Walikota GSVL juga mengharapkan kerjasama dari orang tua siswa untuk mengawasi anak-anak agar tetap berada di rumah, dan tidak melakukan kegiatan di keremunan orang banyak.

“Hindari keramaian. Sekali lagi hal ini dilakukan sehubungan dengan upaya menekan agar tidak meluasnya penyebaran COVID-19 di Kota Manado,” tegasnya.

Tak lupa Walikota GSVL berpesan kepada seluruh umat beragama agar mendoakan supaya Kota Manado terhindar dari penyebaran COVID-19 ini.

“Marilah torang semakin berserah diri dan andalkan Tuhan. Mari torang merendahkan diri dan mohon Tuhan jaga torang dan keluarga, serta Kota Manado dari ancaman COVID-19,” ajak Walikota.

Diketahui, kebijakan yang diambil Walikota Manado ini imbas dari adanya satu pasien positif terinveksi COVID-19, dan sementara dalam penanganan di ruang isolasi RSUP Prof RD Kandou Malalayang.

“Pasien itu masuk ke sini pada 9 Maret 2020, dirujuk dari salah satu rumah sakit di Manado,” ujar Dirut RSUP Prof RF Kandou, Dr dr Jimmy Panelewen.

Ia menerangkan, pasien berjenis kelamin laki-laki usia 51 tahun itu kabarnya sempat ke luar negeri dan memiliki riwayat perjalanan Umroh.

“Orang-orang yang sempat bersentuhan dengan pasien saat ini dalam pengawasan. Takutnya juga terpapar virus. Kalau di rumah sakit urusan kami, tapi yang di luar ada Dinas Kesehatan yang memantau,” ungkap Panelewen.

Baca Juga:  Tiga bulan jabat Sekda Manado, Walikota GSVL: Terima kasih pak Bart Assa

Ia kemudian menghimbau masyarakat agar jangan panik namun tetap waspada.

“Upaya kami untuk menguatkan masyarakat, tidak perlu jadi rusuh, tetap tenang. Yang penting prinsip kesehatan kita kerjakan. Kondisi tubuh tetap kita pertahankan agar ada di kondisi yang terbaik,” pesan Panelewen.(DONWU)

  • Bagikan