Disdikbud Manado terbitkan SE: Cegah COVID-19, semua sekolah negeri/swasta wajib diliburkan

  • Bagikan
Kepala Dinas Dikbud Kota Manado, Daglan Walangitan, telah mengeluarkan SE libur sekolah sebagai tindaklanjut instruksi Walikota Manado GS Vicky Lumentut.
Kepala Dinas Dikbud Kota Manado, Daglan Walangitan, telah mengeluarkan SE libur sekolah sebagai tindaklanjut instruksi Walikota Manado GS Vicky Lumentut.

MANADO, BERITASULUT.co.id – Walikota Manado DR GS Vicky Lumentut (GSVL) telah mengeluarkan instruksi libur selama dua pekan, 16-27 Maret 2020, untuk semua sekolah di wilayah Kota Manado, untuk mencegah penyebaran wabah virus corona atau COVID-19.

Instruksi tersebut ditindaklanjuti oleh Dinas Pendidikan dan Kebidayaan (Disdikbud) Kota Manado yang sudah menerbitkan Surat Edaran (SE) untuk semua sekolah baik negeri maupun swasta.

Sebanyak 346 Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di bawah kewenangan Disdikbud Kota Manado, diliburkan mulai Senin (16/03/2020) besok hingga Jumat (27/03/2020) mendatang.

Kepala Dinas Dikbud Kota Manado melalui Sekretaris Dinas Naomi Mengko, mengatakan kalau SE tersebut dikirim ke semua sekolah negeri dan swasta, menindaklanjuti instruksi Walikota GSVL.

“Ya memang benar. Sudah mengedarkan pengumuman kepada semua sekolah yang ada di lingkungan Kota Manado yakni SD dan SMP, semuanya libur. Belajar di rumah dengan bahan ajaran dari guru. Mengindari keramaian, dan berdiam diri dulu di rumah,” ujar Mengko, Minggu (15/03/2020).

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun, jumlah SD dan SMP di kota manado sebanyak 346 sekolah.

Mohon kerjasama yang baik dari pihak sekolah, untuk mencegah bersama-sama penyebaran virus ini.

Sebelumnya, Walikota GSVL memerintahkan semua aktivitas belajar mengajar di sekolah dihentikan selama dua pekan, 16-27 Maret 2020.

“Kebijakan ini dilakukan guna mencegah penyebaran virus corona di Kota Manado agar tidak semakin meluas,” ujarnya, Sabtu (14/03/2020).

Walikota Manado mengungkapkan, imbas dari penutupan sementara sekolah ini, maka kegiatan belajar-mengajar bisa dilakukan secara mandiri oleh para siswa di rumah, dengan bahan ajar yang sudah diberikan oleh para guru.

Walikota GSVL juga mengharapkan kerjasama dari orang tua siswa untuk mengawasi anak-anak agar tetap berada di rumah, dan tidak melakukan kegiatan di keremunan orang banyak.

Baca Juga:  Inspeksi pasar swalayan, Walikota GSVL: Jangan kuatir, stok bahan pokok banyak

“Hindari keramaian. Sekali lagi hal ini dilakukan sehubungan dengan upaya menekan agar tidak meluasnya penyebaran COVID-19 di Kota Manado,” tegasnya.

Tak lupa Walikota GSVL berpesan kepada seluruh umat beragama agar mendoakan supaya Kota Manado terhindar dari penyebaran COVID-19 ini.

“Marilah torang semakin berserah diri dan andalkan Tuhan. Mari torang merendahkan diri dan mohon Tuhan jaga torang dan keluarga, serta Kota Manado dari ancaman COVID-19,” ajak Walikota.

Diketahui, kebijakan yang diambil Walikota Manado ini imbas dari adanya satu pasien positif terinveksi COVID-19, dan sementara dalam penanganan di ruang isolasi RSUP Prof RD Kandou Malalayang.

“Pasien itu masuk ke sini pada 9 Maret 2020, dirujuk dari salah satu rumah sakit di Manado,” ujar Dirut RSUP Prof RF Kandou, Dr dr Jimmy Panelewen.

Ia menerangkan, pasien berjenis kelamin laki-laki usia 51 tahun itu kabarnya sempat ke luar negeri dan memiliki riwayat perjalanan Umroh.

“Orang-orang yang sempat bersentuhan dengan pasien saat ini dalam pengawasan. Takutnya juga terpapar virus. Kalau di rumah sakit urusan kami, tapi yang di luar ada Dinas Kesehatan yang memantau,” ungkap Panelewen.

Ia kemudian menghimbau masyarakat agar jangan panik namun tetap waspada.

“Upaya kami untuk menguatkan masyarakat, tidak perlu jadi rusuh, tetap tenang. Yang penting prinsip kesehatan kita kerjakan. Kondisi tubuh tetap kita pertahankan agar ada di kondisi yang terbaik,” pesan Panelewen.(DONWU)

  • Bagikan