Ribut bansos Covid-19 Pemkot Manado, Walikota GSVL hindari tumpang tindih bantuan

  • Bagikan
Walikota Manado GS Vicky Lumentut.
Walikota Manado GS Vicky Lumentut memastikan bansos Pemkot Manado jangan tumpang tindih dengan bantuan lainnya yang akan dikucurkan.

MANADO, BERITASULUT.co.id – Pemerintah Kota Manado melalui kebijakan Walikota DR GS Vicky Lumentut (GSVL), menggeser bantuan tanggap darurat bencana alam menjadi bantuan bencana non alam seperti yang dihadapi saat ini yakni bencana wabah corona virus disease 2019 atau Covid-19.

Dan saat ini, Pemkot Manado dalam proses penyaluran bantuan sosial (bansos) tersebut, dimana kepala lingkungan atau Pala mulai mengumumkan para calon penerima bansos di tiap lingkungan.

Hanya saja, niat baik Pemkot Manado ini untuk membantu masyarakat terdampak Covid-19 mulai diributkan sejak Walikota GSVL memutuskan akan memberikan bantuan kepada masyarakat. Kondisi ini terjadi hampir tiap hari, hingga waktu pengumuman di tiap lingkungan.

Memang, Covid-19 telah memberikan dampak pada seluruh sektor kehidupan warga masyarakat, tidak terkecuali ekonomi dan daya beli masyarakat.

Walikota GSVL berulang kali menjelaskan bahwa Pemkot Manado harus memvalidasi data penerima bansos dari Pemkot Manado, agar tidak terjadi tumpang tindih dengan bansos lainnnya baik dari Pemprov Sulut maupun dari pemerintah pusat.

Apalagi sudah ada penegasan dari Mendagri Tito Karnavian dan Mensos Juliari Barubara agar bantuan jangan sampai tumpang tindih. Pasalnya, masih beberapa jenis bansos lainnya lagi yang akan disalurkan kepada masyarakat.

“Warga Kota Manado harus pahami, bahwa pemerintah berupaya agar bantuan yang akan disalurkan tidak akan tumpang tindih. Ada yang dua kali trima, atau bahkan tiga kali. Jangan sampai yang akan menerima bantuan lewat PKH, kartu sembako, kartu pra kerja dari pemerintah pusat, bansos lansia, atau ada juga bantuan provinsi, kemudian juga menerima bantuan pemerintah kota. Kita hindari itu,” ujar Walikota GSVL, Senin (20/04/2020) pagi.

“Artinya, yang pemerintah kota bantu adalah mereka yang terdampak langsung wabah Covid-19 ini yakni pekerja harian, buruh, nelayan dan lainnya. Mereka yang tidak terdata dalam PKH, kartu sembako maupun kartu pra kerja. Kita juga ada bantuan untuk lansia. Demikian pula ada bantuan Pemprov Sulut, dan bantuan lainnya,” jelas Walikota GSVL.

Baca Juga:  Walikota GSVL kenang dedikasi dan pengabdian Lexi Prok di Pemkot Manado

Berikut daftar bantuan pemerintah bagi warga terdampak Covid-19 di Kota Manado, baik yang difasilitasi Pemkot Manado, Pemprov Sulut, dan Pemerintah Pusat, agar dapat dipahami bahwa pemberlakuan syarat dan ketentuan untuk mencegah duplikasi dan tidak meratanya distribusi:

1. Bantuan Sosial Pemerintah Kota Manado

2. Bantuan Sosial Lembaga Keagamaan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara

3. Paket Bantuan Program Social Safety Net atau Jaring Pengaman Sosial dari Pemerintah RI yang diumumkan 31 Maret 2020, berupa:

a. PKH (Program Keluarga Harapan) jumlah penerima dari 9,2 juta jadi 10 juta keluarga penerima manfaat, besaran manfaatnya dinaikkan 25 persen. Misalnya ibu hamil naik dari Rp2,4 juta menjadi Rp3 juta per tahun, komponen anak usia dini Rp3 juta per tahun, disabilitas Rp2,4 juta per tahun dan kebijakan ini efektif April 2020.

b. Kartu Sembako. Jumlah penerimanya akan dinaikkan menjadi 20 juta penerima manfaat dan nilainya naik 30 persen dari Rp150 ribu menjadi Rp200 ribu dan akan diberikan selama 9 bulan.

c. Kartu Pra Kerja. Anggaran kartu prakerja dinaikkan dari Rp10 triliun menjadi Rp20 triliun.

d. Tarif listrik untuk pelanggan listrik 450 Va yang jumlahnya sekitar 24 juta pelanggan akan digratiskan selama tiga bulan, yaitu April, Mei, dan Juni 2020.

e. Mengantisipasi kebutuhan pokok, pemerintah mencadangkan Rp25 triliun untuk operasi pasar dan logistik.

f. Keringanan pembayaran kredit bagi para pekerja informal, baik ojek daring, sopir taksi, UMKM, nelayan, dengan penghasilan harian dan kredit di bawah Rp10 miliar.

4. Paket Tambahan Bantuan Program Social Safety Net yang diumumkan awal April 2020, berupa:

a. Bantuan sosial (bansos) yang baru, yaitu Bantuan Khusus Bahan Pokok Sembako dari Pemerintah Pusat untuk masyarakat di DKI Jakarta. Dialokasikan untuk 2,6 juta jiwa atau 1,2 juta KK, dengan besaran Rp600.000 per bulan selama 3 bulan. Anggaran yang dialokasikan Rp2,2 triliun.

Baca Juga:  Dukung target GSVL, GMIM Musafir Kleak gelar donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis

b. Bantuan Sembako untuk wilayah Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi yang diberikan kepada 1,6 juta jiwa atau 576 ribu KK, sebesar Rp600.000 per bulan selama 3 bulan, dengan total anggaran Rp1 triliun.

c. Masyarakat di luar Jabodetabek, akan diberikan Bantuan Sosial Tunai kepada 9 juta KK yang tidak menerima Bansos PKH maupun Bansos Sembako sebesar Rp600.000 per bulan selama 3 bulan, dan total anggaran yang disiapkan adalah Rp16,2 triliun

d. Sebagian Dana Desa juga segera dialokasikan untuk bantuan sosial di desa yang diberikan kepada kurang lebih 10 juta keluarga penerima dengan besaran Rp600.000 per bulan selama 3 bulan dan total anggaran yang disiapkan adalah Rp21 triliun.

e. Memperkuat Program Padat Karya Tunai di kementerian-kementerian, yang total anggarannya adalah Rp16,9 triliun dengan target adalah 59 ribu tenaga kerja. Kementerian PUPR dengan Program Padat Karya Tunai juga, targetnya 530 ribu tenaga kerja, dengan total nilai kurang lebih Rp10,2 triliun

f. Program Keselamatan oleh Polri, yang mengkombinasikan bantuan sosial dan pelatihan. Targetnya adalah 197 ribu pengemudi taksi, sopir bus atau truk dan kernet, akan diberikan insentif Rp600.000 per bulan selama 3 bulan. Anggaran yang disiapkan di sini adalah sebesar Rp360 miliar.

Selain data di atas, Pemkot Manado juga membantu para lanjut usia (lansia) dengan bantuan yang sudah bergulir selama ini.

“Jadi lansia juga ada bantuannya yang akan disalurkan melalui bantuan dana lansia,” ungkap Walikota GSVL.

Para pemimpin daerah dan negeri kita sudah menunjukkan komitmen dan keberpihakan mereka terhadap penanganan wabah Covid-19.

“Sekarang saatnya energi kita gunakan untuk bersama-sama mengawal agar bantuan bisa tiba dan diterima sesuai peruntukannya. Baku bantu kawal bantuan-bantuan inj. Torang lawan sama-sama ini Covid-19,” tegas Walikota GSVL.(DONWU)

  • Bagikan