Bansos Covid-19 Manado tahap II disalurkan, Ranomuut kebagian 828 paket

  • Bagikan
Walikota Manado GS Vicky Lumentut yang diwakili Kadis Sosial Sammy Kaawoan menyerahkan secara simbolis paket bansos kepada Camat Paaldua Glenn Kowaas dan Lurah Ranomuut Inggrit Sumilat.(foto: donwu/bsc)
Walikota Manado GS Vicky Lumentut yang diwakili Kadis Sosial Sammy Kaawoan menyerahkan secara simbolis paket bansos kepada Camat Paaldua Glenn Kowaas dan Lurah Ranomuut Inggrit Sumilat.(foto: donwu/bsc)

MANADO, BERITASULUT.co.id – Bantuan sosial (bansos) kepada warga Kota Manado akibat pandemi corona virus disease 2019 atau Covid-19 untuk tahap II kambali disalurkan.

Dan Jumat (17/07/2020) hari ini menjadi jadwal Kecamatan Paaldua, salah satunya di Kelurahan Ranomuut. Paket bantuan terdiri dari beras lokal kemasan 10 kilogram, ikan kaleng 180 gram sebanyak 15 kaleng, dan masker 4 buah.

Walikota Manado DR GS Vicky Lumentut (GSVL) yang diwakili Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos-PM) Sammy Kaawoan, mengantar langsung dan menyerahkan secara simbolis paket bantuan tersebut kepada Camat Paaldua Glenn Kowaas.

Dari Camat Glenn didampingi Sekcam Richard Mantik kemudian diserahkan kepada Lurah Ranomuut Inggrit Sumilat, dan juga secara simbolis diserahkan kepada masyarakat melalui 8 Kepala Lingkungan (Pala) se-Kelurahan Ranomuut.

Penandatanganan berita acara penyerahan bansos Covid-19 dari DInas Sosial kepada Lurah Ranomuut Inggrit Sumilat disaksikan Camat Paaldua Glenn Kowaas.(foto: donwu/bsc)

Dari data yang ada, untuk tahap II ini ada 828 kepala keluarga (KK) di kelurahan tersebut yang kebagian bansos. Dibandingkan tahap I hanya 718 KK.

“Untuk tahap II ini ada 828 KK penerima bansos. Kalau tahap I harusnya ada 808. Tapi dikembalikan sebanyak 90 paket, sehingga penerima waktu itu hanya 718 KK. Itu berarti ketambahan untuk tahap II ini ada ketambahan 100 KK penerima,” ujar Lurah Inggrit.

Adapun Kadis Sammy Kaawoan menerangkan kembali bahwa bansos tahap II ini mengacu data di basos tahap I, kemudian ditambah.

Tak lupa ia kembali mengingatkan warga agar mengecek terlebih dahulu paket yang disalurkan, agar tidak terjadi kesalah-pahaman di kemudian hari.

“Pastikan paket tidak ada yang kurang dan kadaluwarsa. Jika ada masalah, langsung lapor kepada pala, lurah, camat atau tim pengawas. Jangan nanti sudah dua hari atau lebih baru dilaporkan,” tukas Kaawoan.

Baca Juga:  Pnt GSVL pimpin Rakor PKB Sinode GMIM bahas isu strategis pelayanan

Dalam penyaluran bantuan ini dikawal oleh Babinsa, Babinkamtibmas, dan tim pengawas independen termasuk pers.(DONWU)

  • Bagikan