Saat ini banyak penunjukkan Pj Hukumtua, ketahui peran sebenarnya HUKUMTUA di Tanah Minahasa

  • Bagikan

Oleh:
Alexander Katuuk
(Budayawan)

DAHULU, sebelum Abad ke-19, Desa atau Kampung belum dikenal karena yang ada baru kelompok-kelompok yang dipimpin oleh TUNDUAN, yakni seorang yang memiliki kelebihan (Fisik, Materi, Wibawa) dari orang-orang yang menjadi anggota kelompoknya.

Dalam kelompok yang cukup besar, TUNDUAN dibantu oleh beberapa UKUNG yang menjadi pemimpin kelompok-kelompok kecil atau sekira 20-30 keluarga.

Di awal Abad ke-19, Pemerintah Hindis Belanda mulai menerapkan pemerintahan di desa/kampung dengan menunjuk seorang tokoh menjadi pemimpin di Kampung yang dipanggil HUKUMTUA, serta merta sebagai Kepala Adat di desa/kampungnya itu.

Di Tanah Minahasa, lebih khusus di Tonsea, pemilihan HUKUMTUA secara langsung dimulai pada awal Abad ke-20. Rakyat memilih dari beberapa tokoh yang mencalonkan diri sebagai calon HUKUMTUA. Sampai dengan tahun 1960-an hanya laki-laki yang memiliki hak dipilih dan memilih.

Struktur pemerintahan di desa waktu itu, HUKUMTUA dibantu oleh RAADNEGERI yang terdiri dari beberapa orang yang sudah tua dan menjadi tokoh agama dan masyarakat di desa itu.

HUKUMTUA juga membagi desanya itu menjadi beberapa kelompok masyarakat yang disebut Jaga yang dipimpin oleh UKUNG dan dibantu oleh MAWETENG dan PENANGGONG.

Baca Juga:  BSG bantu penderita Covid-19 di Minut, Bupati: Semoga bisa memotivasi instansi lain
  • Bagikan