Saat ini banyak penunjukkan Pj Hukumtua, ketahui peran sebenarnya HUKUMTUA di Tanah Minahasa

  • Bagikan

Biasanya yang dipilih menjadi HUKUMTUA adalah seorang yang dianggap mampu memimpin desa tersebut, disamping arif dan bijaksana serta memiliki tanah dan kebun yang banyak/luas.

Karena HUKUMTUA menjadi inspirator dan motivator bagi rakyatnya dalam mengelola pertanian, perkebunan, perikanan dan peternakan. Disinilah pentingnya peran Mapalus, yaitu kerja bersama-sama dengan arisan/bergiliran.

Pada saat HUKUMTUA panen padi, rakyat membantu memanen dan kemudian diakhiri dengan pesta rakyat yang dikenal dengan SUMAWANG.

Peran RAADNEGERI dan UKUNG sangat membantu HUKUMTUA menyelesaikan sengketa tanah dan masalah-masalah lain di desa itu, sehingga jarang terdengar ada perkara yang di proses di Kepolisian atau Pengadilan.

Di desa biasanya ada juga yang dipanggil TONAAS, yaitu seorang yang memiliki kelebihan spiritual yang dapat mengobati orang sakit dengan doa dan ramuan herbal disebut UNDAM MEKETANA.

Akhir-akhir ini, laki-laki dan perempuan sudah memiliki hak yang sama untuk dipilih dan memilih HUKUMTUA.

Namun sangat disayangkan, pemilihan HUKUMTUA di Kabupaten Minahasa Utara (Minut) yang merupakan bagian terbesarnya TONSEA sudah kental dengan bagi-bagi sembako dan diakhiri dengan money politics.

Sehingga tak jarang HUKUMTUA terpilih adalah seorang yang tidak berkompeten kendati dia harus mengelola Dana Desa sebesar kurang lebih 1 (satu) Milyar rupiah per tahun.

Beberapa bulan belakangan ini, adminitrasi pemerintahan di beberapa desa menjadi kurang lancar karena adamya Aparatur Desa yang sangat loyal personil Hukumtua/Pejabat Hukumtua yang sudah diganti dengan Pejabat Hukumtua yang notabene adalah ASN (Aparatur Sipil Negara), sehingga di desa memiliki matahari kembar yaitu Pj Hukumtua dan Sekdes, sedangkan Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara belum melaksanakan Pilhut (Pemilihan Hukumtua).

Baca Juga:  Membangun Lembean sebagai Desa Wisata Kolintang
  • Bagikan