Paulus sebagai Rasul dalam semangat untuk mengabarkan injil kebangkitan Kristus rela didera menderita, dipenjara dan rela mati. Komintmen yang sangat kuat terhadap iman dan keselamatan yang ia telah terima.
Melalui pemanggilan Tuhan dan pertobatan dirinya yang sangat heroik dramatis dan fenomenal. Menderita bagi Kristus dianggap rasul Paulus sebagai kemuliaan. Karena ia sadar dulu ia seorang pendosa, dan sekarang diubah menjadi penghotbah.
Kerasulannya dianggap keajaiban dan mujizat yang dikerjakan Allah. Sehingga kekaguman akan Tuhan sangat mengikat dan memikat hati Paulus. Hal ini menyiratkan bahwa pemahaman dan keyakinan Rasul Paulus akan kuasa dari kebangkitan Kristus, bertujuan untuk menuntun orang kepada iman, kebenaran dan keselamatan dalam Yesus Tuhan. Supaya orang bertobat menjadi percaya dan dibangkitkan dalam Kristus.
Kebangkitan itu bukan soal nanti ketika kita mati, tapi soal sekarang masa kini. Tentang kehidupan yang berpontensi untuk mengembangkan kerajaan Allah yang penuh kasih karunia rahmat dan sejahtera. Kepastian akan jaminan tentang hidup yang berkemenangan, hidup yang berpotensi kesuksesan dan masa depan cerah.
Saudara, kebangkitan Kristus menjadi landasan dan titik berangkat hidup yang telah diubahkan, bertobat, menang dari persoalan dan masa lalu yang kelam. Kenakalan pribadi, pemberontakan pada orang tua, masa bodoh dengan pendidikan, ugal-ugalan, seks bebas, mabuk, tawuran dan semua yang membuat masa depan kabur dan gelap, tidak ada kepastian dan harapan.

















