Hidup dalam keyakinan dan penyerahan diri yang total kepada Tuhan, seperti Paulus setelah bertobat betul-betul total seanteru hidup dipersembahkan untuk Tuhan. Inilah yang Tuhan nantikan dari kita, Tuhan menunggu dengan kasih dan kesabaran, Tuhan Yesus rindu janjinya tergenapi dalam kita untuk menjadi generasi yang berani bangkit, berani maju dan berlari-lari untuk masa depan dalam Yesus.
Menjadi generasi pemenang, generasi kuat dan berani mengalahkan tantangan hidup, godaan dan cobaan dengan nama Tuhan Yesus. Nama-Nya yang berkuasa, nama di atas segala nama. Nama yang ajaib dan dahsyat.
Generasi yang berani mempersembahkan hidup di tangan Tuhan, selalu mencintai Tuhan, merindukan Tuhan, dan siap melayani Tuhan. Karena iman, cinta dan kasih Tuhan, kesenangannya menyenangkan hati Tuhan.
Ingat kisah murid-murid Yesus di pantai Danau Tiberias (Yohanes 21:1-14). Yesus sangat mengasihi murid-murid-Nya. Ia datangi mereka, Ia hibur mereka, Ia tolong mereka, Ia pulihkan mereka. Tetapi dengan syarat, apakah mereka tetap murid yang taat dan setia?
Yesus tidak menolong dengan simsalabim, ikan datang, tetapi dengan menyuruh mereka kembali bekerja (tebarkan jala kembali). Puji Tuhan mereka tidak cari alasan untuk tidak melakukan perintah Tuhan. Kami capek Tuhan , semalam aja malang, nda dapat apalagi kesiangan pasti sial. Tetapi setelah Yesus memerintahkan untuk tebarkan jala ke sebelah kanan perahu, mereka taat melakukannya.

















