Dalam khotbahnya, Pdt Arina mengingatkan para Pemuda GMIM yang akan memasuki bonus demografi, menghadapi tantangan zaman yang terus berubah, agar supaya selalu kritis dalam kehidupan bergereja, berjemaat maupun berorganisasi.
“Dengan harapan kualitas pelayanan, kesaksian dalam hal skills yang dimiliki, dan pemberian diri kiranya dapat maksimal karena hal-hal tersebut akan mempengaruhi pelayanan gereja,” ujarnya.
Dikatakannya, sekarang pelayanan pemuda GMIM sudah 95 tahun. Diharapkan ikut meningkatkan spiritual pemuda, serta profesional dalam tugas dan kerja.
“Buka pandanganmu, carilah pendekatan yang dapat dipercaya, diterima dan relevan untuk diaplikasikan, supaya kehadiran di 95 tahun ini betul-betul meningkatkan spiritualitas jemaat, terlebih pemuda, dan profesionalisme di berbagai sektor,” pesan Pdt Arina, dilansir dari dodokugmim.

















