MANADO  

Universitas Muhammadiyah Gorontalo kaget di Manado tidak ada orang Gorontalo

Pertukaran cenderamata antara Pemkot Manado dan UMGO usai pertemuan.(foto: ist)

Kemudian, yang selalu disampaikan Walikota GSVL adalah, di Manado semua sama. Tidak ada orang luar di kota ini, tetapi semua menjadi orang Manado.

“Jadi di Manado tidak ada orang Gorontalo, tidak ada orang Jawa, tidak ada orang Papua, tidak ada orang Sumatera, tidak ada orang Kalimantan, dan lain sebaginya. Tetapi yang ada di Manado adalah orang Manado yang berasal dari Gorontalo, Jawa, Papua, dan sebagainya. Semua yang tinggal di Manado adalah orang Manado,” jelas Saptono yang bikin rombongan UMGO kaget dan terkagum.

Penanganan Covid-19

Selain mencari tahu kiat toleransi di Manado, UMGO juga sekaligus studi tentang cara Pemkot Manado melakukan penanggulangan penyebaran pandemi Covid-19 di Kota Manado yang dinilai konsisten.

Bahkan, kata Umar Sako Baderan, upaya dan kebijakan-kebijakan Pemkot Manado di masa pandemi ini tetap bisa menumbuhkan sektor-sektor bisnis, dan jam operasional.

“Kami ingin mencari tahu sistem dan cara Pemkot Manado mengedukasi masyarakat tentang bahaya virus corona dan pentingnya penanganan tersebut. Saya melihat kota Manado konsisten dalam memberlakukan jam operasional yaitu pertama pada jam 8 malam, dan sekarang pukul 10 malam semua tempat bisnis sudah ditutup,” ucap Baderan, didampingi Sakbir SSos MAP dan Dr Nurlan Boutihe SE MSi.