Yang palin menyita perhatian legislator Sulut yang disentil dan ditanyakan kepada Wali Kota, yakni menyangkut program Rp200 juta per lingkungan dari Andrei Angouw – Richard Sualang (AARS) saat kampanye Pilkada Manado tahun 2020 lalu.
Ia langsung menanggapi, dan menegaskan kalau program itu sedang dilaksanakan kendati bukan dalam bentuk uang tunai.
“Soal 200 juta ini bukan dalam bentuk dana segar, tapi dalam bentuk program seperti perbaikan infrastruktur,” kata Andrei Angouw.
Hal lain yang spirasi masyarakat yang ikut diutarakan kepada Wali Kota Andrei Angouw, antara lain penanggulangan banjir dan sampah, program BPJS Mandiri yang saat ini tidak mampu lagi diikuti warga karena terdampak pandemi Covid-19.
Ditemukan ada Puskemas Pembantu di Kima Atas yang tidak berfungsi karena tidak ada aktifitas, dimana tidak ada petugas baik dokter maupun perawat, serta gedung Kantor Lurah Kairagi II yang sudah rapuh.













