Dalam pemaparan para camat diketahui beberapa kendala yang mengakibatkan kurangnya kesadaran masyarakat untuk divaksin. Juga kurangnya tenaga kesehatan, jam aktivitas masyarakat yang pergi bekerja di saat jam oprasional vaksinasi.
Adapun beberapa Puskesmas tidak disuport dengan coolbox (tempat penyimpanan vaksin), adanya penyakit bawaan, dan sebagian besar warga masih termakan isu-isu hoax pasca vaksinasi.
Dan pada umunya seluruh camat sudah melakukan berbagai cara agar masyarakat mau divaksin. Mulai dari bekerja sama dengan tokoh-tokoh agama hingga membuka gerai-gerai vaksinansi di titik yang strategis di wilayah, hingga usaha door to door kerumah warga. Para camat juga melaporkan capaian dari sasaran vaksinasi/data manual.
Adapun penjelasan dari Dinas Kesehatan, jika adanya ketimpangan data antara kecamatan dan data Dinas Kesehatan karena banyak warga yang vaksin di gerai-gerai vaksinasi selain Puskesmas.
Dan diinformasikan Dinas Kesehatan pun berperan aktif dalam pelaporan angka real vaksinasi lewat Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) yang dimonitor langsung Presiden.
Sama halnya dengan Bupati membentuk grup di aplikasi pesan dengan seluruh camat dan pihak pihak terkait.














