Di dalam dan melalui Yesus, Allah tidak lagi jauh. Ia ada di antara kita. Kita dapat melihat dan mengenal-Nya sebagai pribadi yang berbeda dari manusia umumnya. Ia datang dalam kemuliaan, bukan kefanaan.
Ia berada di antara kita untuk memberi kasih karunia menggantikan beban dosa, pergumulan yang memberatkan serta menuntun kita ke dalam kebenaran; bukan kejahatan dan kebinasaan.
Kita yang percaya kepada Yesus pasti mendapat bagian di dalam kepenuhan-Nya dan menikmati hidup yang mulia, penuh kasih karunia dan kebenaran yang tidak mampu diberi oleh dunia, bahkan hukum Taurat.
Dalam memaknai hari-hari penantian di masa Adven ini, kita pun diajak untuk memahami bahwa Allah telah menyatakan segala kemuliaan, kasih karunia dan kebenaran-Nya di dalam Yesus, yaitu Firman yang menjadi manusia.
Allah yang ilahi menjadi Allah yang manusiawi. Ia mengambil rupa seorang Hamba dengan tujuan menyelamatkan orang berdosa, menebus manusia dari dosa. Oleh karena itu, tetaplah di dalam Yesus maka hidup kita pun dipenuhi kasih karunia-Nya.
Di masa Adven ini kita diingatkan bahwa dalam menghadapi berbagai pergumulan, tantangan dan masalah hidup, bahkan pandemi yang berkepanjangan, Yesuslah kekuatan kita karena Ia adalah Allah yang telah menjadi manusia, yang sangat tahu keberadaan kita manusia yang berdosa ini.















