RELIGI  

MTPJ GMIM 15-21 Mei 2022 : Hikmat menuntun orang ke jalan yang benar

Permulaan Hikmat adalah takut akan TUHAN”. Hikmat sejati tidak dapat di peroleh di luar Allah. Suatu kumpulan ucapan-ucapan ringkas dan nasihat perilaku untuk pendidikan orang muda.

Kitab Amsal ini dituliskan dalam bentuk puisi, artinya dengan susunan teratur. Kebijaksanaan Ibrani, dituangkan dalam ketangkasan praktis, pengetahuan bagaimana sebaiknya mengatur kehidupan seseorang dan mengenai tujuan hidup.

Amsal 2:1-22 berisi pengajaran tentang manfaat hikmat. Pengajaran hikmat di sini tidak dipersonifikasikan seperti pada perikop sebelumnya.

Walaupun demikian, hikmat pada pasal ini juga bersifat teologis, karena merupakan hasil perpaduan antar hikmat yang praktis dari masa sebelum pembuangan dengan hikmat yang lebih muda dan teologis dari masa sesudah pembuangan.

Pada teks ini tidak ditemukan konsep murni dari hikmat tua, misalnya yang berupa ketrampilan teknis.

Yang ada berbentuk pengajaran praktis tentang pentingnya mencari hikmat (Amsal 2:1-15), terutama bagi bahaya pelacur (Amsal 2:16-19), pengajaran ini amat penting bagi para murid yang relatif masih amat muda (Amsal 2:2022).

Hikmat yang amat teologis, misalnya dalam bentuk kebenaran dan keadilan, serta “takut akan Tuhan”.

Perpaduan antara hikmat teologis dan praktis dilakukan sedemikian rupa sehingga pengajaran guru itu (Amsal 2:1) terlihat identik dengan hikmat (Amsal 2:2), dengan takut akan Tuhan (Amsal 2:5), dan dengan kebenaran, keadilan, kejujuran, kasih setia (Amsal 2:9).

Ketaatan kepada guru hikmat, dan kepada hikmat, adalah ketaatan kepada Tuhan sendiri.

Ayat 1-4 Berisi pengajaran untuk mendapatkan manfaat hikmat adalah kesediaan untuk menerima dan menyimpan kata-kata dan perintah-perintah para guru hikmat di dalam hati “Hai anakku, jikalau engkau menerima kata-kataku, dan perintah-perintahku hati “Ibrani” “lev” sering dianggap sama dengan pikiran, karena salah satu fungsinya adalah berpikir.