RELIGI  

MTPJ GMIM 15-21 Mei 2022 : Hikmat menuntun orang ke jalan yang benar

Tetapi, hati juga adalah pusat segala pertimbangan dan keinginan; organ sentral yang menentukan sikap hidup, bahkan seluruh kegiatan manusia.

“Lev” adalah bagian yang terdalam dari manusia, bukan saja menjadi pusat pertimbangan dan keinginan, tetapi juga merupakan sumber pengetahuan moral. Karena itu di dalam hatilah pengajaran hikmat itu dipelihara dan dipertimbangkan.

Dalam kitab Amsal, “telinga” digunakan bukan saja sebagai organ pendengarannya tetapi juga kepatuhan. Pemusatan semua pertimbangan dan keinginan ini harus dilakukan dengan sangat bersungguh-sungguh.

Ayat 4, Hikmat tidak hanya perlu di cari, tetapi juga harus di kejar dengan sungguh-sungguh, tekun, gigih, pantang menyerah, berdisiplin, dan berkesinambungan, seperti mencari perak dan mengerjar harta terpendam yang berharga.

Berulang-ulang dalam kitab Amsal disebutkan bahwa hikmat itu lebih berharga dari perak dan emas. Ini menggambarkan betapa sulitnya memperoleh hikmat itu.

Ayat 5-7 manfaat hikmat akan memperoleh pengertian tentang pengenalan akan Allah, karena Tuhanlah yang memberikan hikmat. Dan dari padaNya datang pengetahuan dan kepandaian, pertolongan bagi orang-orang jujur, perisai bagi orang yang tidak bercelah lakunya.

Ayat 8-11 mengemukakan bahwa hikmat yang murni atau kekuatan ini diberikan untuk memelihara keadilan; juga untuk menjaga jalan orang-orang sucinya, yaitu agar sikap hidup, tingkah laku baik, benar, kudus, dan adil.

Jadi takut akan Tuhan yaitu pengejaran dan undang-undang moral yang luas cakupannya sekarang dipersempit ruang lingkupnya. Pengajaran dan undang-undang moral ini adalah kebenaran, keadilan, kejujuran.

Disimpulkan bahwa hikmat (pengetahuan, kebijaksaan, kepandaian) akan menguasai pusat pemikiran intektual.

Ayat 12-15 berbicara tentang kejahatan secara umum. Ini secara tepat dilambangkan oleh ungkapan tersebut, jalan yang gelap. Memang kejahatan tetap berkembang dalam kegelapan.