RELIGI  

MTPJ GMIM 15-21 Mei 2022 : Hikmat menuntun orang ke jalan yang benar

Kontrasnya ditunjukkan dalam Amsal 4:18,19, di mana jalan orang benar disamakan dengan terang, sementara jalan orang fasik dengan kegelapan. Orang yang jahat biasanya dikenal melalui “jalannya yang jahat” dan “kata-katanya yang bersifat tipu muslihat”.

Tipu muslihat 12b adalah kata-kata dan pengajaran yang memutarbalikkan kebenaran, keadilan, dan kejujuran.

Karena itu lepas dari (ayat 2), yang gelap (ayat 13) dan berliku-liku (ayat 15) adalah bebas dari sikap hidup dan tingkah laku jahat dengan pengajaran atau undang-undang moral yang diajarkan guru hikmat.

Buah hikmat yang kedua itu berbentuk kekuatan dari dalam, yaitu undang-undang moral yang telah mengisi pusat pemikiran yang intelektual, emosional, dan moral.

Inilah yang memelihara dan memampukan seorang untuk lepas dari pengaruh orang jahat dalam hal sikap hidup yang jahat, tingkah laku dan kebiasaan, maupun rancangan yang jahat.

Ayat 16 Perempuan Jalang. Perempuan yang asing. Dua ungkapan ini jelas mengacu pada perempuan “pelacur” Kata-kata tersebut pada dasarnya berarti “orang asing” Tetapi dalam kitab Amsal jelas bahwa ada arti kedursilaan.

Rut menyebut dirinya sebagai seorang “asing” (Rut 2:10). Ketika dipakai dalam Amsal ungkapan-ungkapan ini merupakan bentuk yang lebih sopan (eufemisme) untuk zona, “seoranng perempuan sundal,” sebuah kata yang jarang digunakan dalam kitab ini.

Ayat 17 teman hidup masa mudanya¸ suaminya maksudnya teman yang mengikat perjanjian pernikahan dengan dia di masa mudanya.

Ayat 18-19 sesungguhnya, rumahnya hilang tenggelam ke dalam maut. Yang dimaksud dengan “rumahnya”, bukan sematamata tempat tinggal pelacur itu. tetapi, “rumahnya” adalah dirinya sendiri.

Dalam seluruh kitab Amsal, gambaran tentang pelacur selalu dipertentangkan dengan istri yang setia atau berhikmat, dan dengan hikmat yang dipersonifikasi yang memberi hidup dan kehidupan.

Karena itu “maut” di sini adalah lawan “kehidupan” dan segala kebaikan yang diperoleh seorang dari istri atau hikmat itu sendiri.