RELIGI  

MTPJ GMIM 15-21 Mei 2022 : Hikmat menuntun orang ke jalan yang benar

Ayat 20-22, dari manfaat hikmat adalah mendapat berkat Tuhan dalam bentuk kenyamanan hidup berbeda dengan orang jujur yang tidak bercela (ayat 20), orang yang tak menuntut hikmat, yang memiliki sikap hidup dan kebiasaan yang jahat, yang menentang undang-undang moral; tidak akan menerima berkat Tuhan.

Dia tak akan menerima segala kenyamanan dalam hidup, melainkan hukuman, yaitu dikeluarkan dari negeri yang dijanjikan Tuhan.

Makna dan Implikasi Firman

Hikmat menuntun orang ke jalan yang benar untuk tahu membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Orang berhikmat harus didasarkan pada hikmat yang Tuhan ajarkan dan perintahkan untuk dilakukan.

Hikmat itu juga adalah mengasihi Tuhan Allah dengan segenap hati dan dengan segenap akal budi dan dengan jiwamu. Dengan demikian hikmat itu adalah mempraktekan perilaku yang benar di mata Tuhan dan sesame manusia.

Hikmat memiliki pengertian tentang takut akan Tuhan. Orang yang punya hikmat harus percaya dan hormat kepada Tuhan sebagai sumber hikmat.

Takut akan Tuhan tidak sama dengan kita takut pada anjing yang mengonggong kepada kita atau takut pada ketinggian tetapi takut akan Tuhan ada rasa mengandalkan Tuhan dalam hidupnya.

Sehingga orang memiliki hikmat mempunyai kekuatan untuk memelihara sikap hidup yang benar juga takut akan Tuhan berfungsi sebagai perisai bagi orang yang benar dan jujur.

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI

1. Apa yang dapat dipahami tentang hikmat menuntun orang ke jalan yang benar menurut perikop Amsal 2:1-22

2. Menurut pengamatan saudara apakah hikmat yang dimiliki oleh orang percaya telah diaplikasikan dalam kehidupannya?

POKOK-POKOK DOA

1. Pemimpin bangsa diberi Hikmat untuk menunjukan keadilan dan kebenaran.

2. Hikmat mengantar jemaat terhindar dari kejahatan dan tipu muslihat.

3. Berjuang melakukan kejujuran dan kebenaran.

(ddkg)