Pelapor kasus “dego-dego” duga oknum Direskrimum Polda Sulut tahan kasusnya, Nancy: Surat asistensi juga tidak ada

  • Bagikan
Nancy Howan selaku pelapor kasus "dego-dego" didampingi kuasa hukum Clift Pitoy saat menyambangi Mapolda Sulut, Rabu (14/12/2022) siang.

Manado, BERITASULUT.co.id – Kasus dugaan penyerobotan tanah di lahan di kawasan Jalan Wakeke, yang selama ini mampet penangannya di Polda Sulut, mulai memasuki babak baru.

Selama ini, tebak-tebakan siapa yang menahan perkara ini sehingga penanganannya menjadi terhambat, mulai terungkap.

Seperti diketahui, kasus dugaan penyerobotan tanah di lahan eks RM Dego-Dego kawasan Jalan Wakeke, Kelurahan Wenang Utara Lingkungan III Kecamatan Wenang, Kota Manado dengan Laporan Polisi Nomor: STTLP/477.a/X/2020/SULUT/SPKT tanggal 19 Oktober 2020, telah berproses selama kurang lebih 3 tahun.

Pelapornya yakni Christine Irene Nancy Howan dkk, dengan Terlapor MT alias Meiky, owner eks RM Dego-Dego, yang saat ini menjabat Dirut PDAM Kota Manado.

Sudah banyak cara yang dilakukan Pelapor Nancy dkk untuk mendapatkan keadilan atas kasus ini.

Keresahannya semakin menjadi-jadi karena ia sudah melayangkan Pengaduan Masyarakat (Dumas) ke Polda Sulut namun sampai saat ini laporannya belum ada juga kepastian hukum.

Pun gelar perkara khusus yang dilakukan tanggal 17 November 2022 lalu, telah telah menghasilkan 3 kesimpulan dan 6 rekomendasi.

Antara lain, ditemukan adanya tindak pidana dalam kasus itu, dan merekomendasi agar penyidik melanjutkan penanganan perkara tersebut.

Baca Juga:  Ahli hukum sebut hasil sidang etik oknum polisi jadi pertimbangan buka kembali "kasus dego-dego"
  • Bagikan