“Wilayah Sulawesi Selatan merupakan top 10 pareto santunan tertinggi, dengan realisasi sebesar Rp46,8 miliar. Di wilayah ini juga terdapat beberapa titik rawan kecelakaan yang menjadi perhatian Jasa Raharja bersama dengan stakeholder,” terang Dewi.
Ia juga memaparkan, secara demografi, korban santunan Jasa Raharja sebanyak 65 persen adalah laki-laki dan 35 persen perempuan.
“40,26 persen mayoritas berusia 26-55 tahun, 33 persen berprofesi sebagai wiraswasta, dan sebesar 55 persen korban kecelakaan adalah pengendara sepeda motor,” ujarnya.
Berdasarkan data tersebut, Dewi menilai bahwa mayoritas korban laka lantas adalah berusia produktif dan tulang punggung keluarga, sehingga juga berpotensi buruk terhadap perekonomian keluarganya.
“Hal inilah yang mendorong Jasa Raharja untuk melaksanakan kegiatan Safety Riding kepada AO PNM yang berada di Makassar,” ungkap Dewi.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain Direktur Utama PT Micro MadaniInstitute Mariatin Sri Widowati, Wadirlantas Polda Sulsel AKBP Satya Widhy Widharyadi SIK, Kasi Prasarana Jalan, Sungai, Danau dan Penyeberangan BPTD Kelas II Sulsel Arham Safti ST MM Tr.
Hadir juga Kepala Bidang Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Provinsi Sulsel Mansur Yahya ST MT, Sekretaris Badan Pendapatan Daerah Sulsel Dr H Reza Faisal Saleh SSTP MSi, Kepala Cabang PT PNM Makassar Maimun Bakri, serta Kepala Jasa Raharja Cabang Sulsel Hendriawanto.
(bsc)















