Desa Kalasey Zona Merah Narkoba, Legislator Inggried Sondakh Ajak Kepala BNNP Sulut Beri Pemahaman kepada Pemuda-Remaja

Anggota DPRD Sulut Inggried JNN Sondakh melaksanakan reses di Desa Kalasey, dengan menghadirkan pembicara Kepala BNNP Sulut Brigjen Pol Pitra A Ratulangi SIK MM, Sabtu (26/8/2023).

Sementara itu Kepala BNNP Sulut Brigjen Pol Pitra A Ratulangi SIK MM pada kesempatan itu banyak mengingatkan soal ciri-ciri orang yang sudah kecanduan obat terlarang serta bagimana menghindarinya.

“Antara lain jalannya tidak stabil, telor berbicara, apatis, tidak peduli lingkungan, sering ngantuk, jorok, tingkah laku misalnya pola tidur berubah,” ungkapnya.

Bahaya Penyalahgunaan Narkoba bagi Kesehatan Fisik dan Mental

1. Menurunkan kesadaran sampai hilang ingatan

Efek penyalahgunaan narkoba yang paling kentara adalah penurunan kesadaran. Bahkan, menurunnya kesadaran bisa berujung pada hilang ingatan.

Pasalnya, efek narkoba bersifat sedatif. Artinya, obat-obatan terlarang ini dapat menimbulkan gejala seperti kebingungan, hilang ingatan, perubahan perilaku, penurunan kesadaran dan gangguan koordinasi tubuh.

2. Dehidrasi

Bahaya narkoba selanjutnya adalah dehidrasi akibat ketidakseimbangan elektrolit. Alhasil, pemakainya bisa mengalami serangan panik, sakit pada dada, halusinasi, bahkan kejang akibat narkoba.

Bila dibiarkan, efek narkoba tersebut dapat berujung pada kerusakan pada otak.

3. Merusak otak secara permanen

Kalau bahaya Narkoba yang satu ini bisa timbul saat seseorang memakainya dalam jangka panjang. Pemakaian dalam dosis yang tinggi juga bisa memicu efek narkoba yang satu ini.

Narkoba memaksa otak untuk bekerja lebih cepat dan menekan saraf pusat untuk menimbulkan efek ketenangan.

Perubahan sel otak ini mengganggu komunikasi antar sel saraf. Akibatnya, kerusakan otak permanen akibat narkoba pun tak terhindari.

Meski pemakainya telah berhenti mengonsumsi obat terlarang ini, proses penyembuhannya pun memakan waktu yang cukup lama. Malahan, efek kecanduan narkoba ini bisa berlangsung seumur hidup.