“Jadi itu tidak sekedar seremonial atau di tandatangani saja tapi kami diwajibkan juga melaporkan output dari hasil kerjasama,” ujar Steffen.
Bawaslu Sulut sudah awali kerjasama beberapa waktu lalu dengan FISIP Unsrat dengan melibatkan akademisi sebagai narasumber.
“Bahkan kami juga diperintahkan kerjasama dengan lembaga adat sebagai bentuk karakteristik wilayah masing-masing, dan pasti juga diinstruksikan kerjasama dengan media sebagai perwujudan dari 4 pilar demokrasi,” jelasnya.
Steffen juga menginformasikan bahwa Bawaslu sudah meluncurkan beberapa flyer.
“Kami akan mengimplementasikan keterlibatan masyarakat dalam bentuk partisipatif. Contoh flyer fun run yang akan dilakukan nanti. Itulah cara kami membentuk sosialisasi dengan masyarakat dengan pelibatan komunitas,” ujarnya.
“Wajah Bawaslu juga sudah mulai dirubah oleh ketua Bawaslu, mungkin masyarakat kemarin melihat lembaga kami lembaga yang kaku namun kami berupaya untuk mencoba menunjukan bukan seperti itu,” tukas Steffen.
(ika)



















