2. Deutero-Yesaya atau Yesaya kedua pasal 40-55.
Ditujukan kepada orang-orang Yehuda yang hidup dalam pembuangan di Babel. Mereka dalam keadaan hancur tanpa harapan.
Yesaya memberitakan bahwa tak lama lagi Tuhan Allah akan membebaskan umat-Nya dan membawa mereka pulang ke Yerusalem, untuk memulai suatu hidup baru.
3. Trito-Yesaya atau Yesaya ketiga pasal 56-66.
Sebagian besar ditujukan kepada bangsa yang sudah kembali di Yerusalem.
Mereka perlu diyakinkan lagi bahwa Tuhan Allah akan memenuhi janji-janji-Nya kepada bangsa itu. Perhatian khusus diberikan kepada cara hidup yang benar dan keadilan.
Perikop Yesaya 11:1-10 tergolong dalam Proto Yesaya dan secara khusus menubuatkan tentang kedatangan seorang raja yang diidam-idamkan dan perdamaian dunia.
Sebelumnya, nabi Yesaya menggambarkan penghukuman Tuhan Allah atas umat pilihan-Nya seperti pohon yang ditebang dengan kekuatan yang menakutkan sehingga tidak ada yang tersisa selain pangkal pohon/tunggul yang masih tinggal tertanam di dalam tanah (lih. pasal 10:33-34).
Namun, pada ayat 1 nabi Yesaya menubuatkan tentang kesinambungan dan pemulihan hidup umat pilihan-Nya.
Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk (TB 2: suatu taruk) yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah.
















