Manado, BERITASULUT.CO.ID – “Sulawesi Utara harus bersih dari sampah, baliho, iklan, poster yang tidak pada tempatnya, serta kabel yang semrawut”.
Itulah kampanye yang mulai digelontorkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) sebagaimana digaungkan Gubernur Yulius Selvanus Komaling dan Wakil Gubernur Victor Mailangkay (YSK-VM).
Adalah Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) sebagai langkah nyata membangun lingkungan yang bersih, tertata, dan nyaman bagi masyarakat.
Gerakan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah pada Senin (2/2/2026), yang meminta kepala daerah turun langsung memimpin penanganan persoalan sampah di lapangan.
Komitmen tersebut juga searah dengan program Kementerian Pariwisata melalui Gerakan Wisata Bersih yang telah dilaksanakan di 14 destinasi prioritas.
Program itu elibatkan lebih dari 9.000 peserta serta didukung 22 mitra strategis guna mendorong kebrlanjutan pariwisata nasional.
Menindaklanjuti instruksi tersebut, Pemprov Sulut mengajak masyarakat membersihkan lingkungan dari sampah, baliho, iklan, poster yang tidak pada tempatnya, hingga kabel-kabel semrawut yang mengganggu estetika dan keselamatan ruang publik.
Kerja bakti rutin mingguan juga diimbau sebagai budaya baru kepedulian lingkungan.
Pemprov Sulut berharap Gerakan Indonesia ASRI bertujuan menciptakan ruang publik yang bersih, aman, dan nyaman sekaligus meningkatkan daya tarik daerah, khususnya di sektor pariwisata.
Gerakan ini mengajak seluruh elemen masyarakat berperan aktif menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan demi kenyamanan bersama.
(DONWU)
















