Setahun Kepemimpinan YSK-Victory Bangun Sulut Semakin Maju dan Sejahtera , Stefanus BAN Liow Berikan Apresiasi Tinggi

Manado,BERITASULUT.CO.ID- Ketua Badan Urusan Legislasi Daerah (BULD) DPD RI, Ir. Stefanus BAN Liow, MAP, mengapresiasi kemampuan kepemimpinan Gubernur dan Wagub Sulut Yulius Selvanus dan Victor J Mailangkay, dalam membangun kolaborasi yang solid antara pemprov, DPRD, Forkopimda, dan seluruh pemangku kepentingan. Salah satunya yaitu capaian krusial yang disoroti adalah hadirnya Perda RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) tahun 2025-2044.

Hal ini disampaikannya kepada sejumlah wartawan, Kamis (5/3/2026).

“Meskipun sempat berada di tengah dilema, kehadiran Perda RTRW setelah sekian tahun merupakan langkah berani. Ini adalah fondasi penting untuk mewujudkan Sulut yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan. Sudah sekian lama tidak ada perubahan, namun akhirnya perda ini diketuk,” ujar Senator.

Lanjutnya, menghadapi tantangan fiskal berupa pemotongan dana transfer pusat, YSK-Victory didorong untuk menciptakan lompatan serta inovasi.

“Pemerintah daerah untuk tidak hanya bergantung pada dana pusat, tetapi mengoptimalkan potensi daerah. perlunya optimalisasi di sektor pariwisata karena sektor ini harus menjadi mesin utama penggerak ekonomi serta diperlukan strategi baru dalam penggalian sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) agar program pembangunan tetap berjalan mandiri yakni dengan terus meningkatkan sektor Pariwisata,”jelasnya.

Selain itu, ketahanan pangan juga harus kuat caranya melalui pemanfaatan lahan dengan cara mengedukasi edukasi masyarakat agar lahan-lahan produktif tidak dibiarkan “tidur”.

”Kita harus membangun manusianya agar mau mengolah lahan. Yang jadi masalah disini yakni Manusia yang tidur enggan menggarap lahan tidur. Jangan sampai Sulut yang kaya ini justru mengambil beras atau buah dari luar daerah seperti Suluteng, sementara mereka juga harus memenuhi kebutuhan daerah,” ungkapnya.

Menurut Ketua Komisi Pelayanan Pria/Kaum Bapa (PKB) Sinode GMIM selama 2 periode berturut-turut, yaitu pada periode 2014–2018 dan 2018–2022, Setiap daerah harus memiliki kemandirian produk melalui program yang mendukung Makan Bergizi Gratis (MBG), bukan sekadar pemenuhan perut, tapi sebagai pengungkit lapangan kerja dan ketahanan pangan.

“Ini menyentuh fenomena sosial di mana profesi pemanjat kelapa mulai beralih ke profesi lain seperti ojek, sebagai daerah dengan lambang kelapa, Sulut harus tetap menjaga marwah pertanian kelapa dengan sentuhan teknologi dan manajemen SDM yang lebih baik. optimisme bahwa dengan kekayaan alam dan penguatan SDM yang ada, hasil evaluasi tahun pertama ini akan menjadi batu loncatan besar. Dengan sinergi stakeholder yang kuat, saya optimis tahun 2025 akan ada peningkatan signifikan. Kuncinya adalah kolaborasi dan kemauan untuk berinovasi di tengah keterbatasan,” pungkas Senator Stefanus Liow.

(IKA)