MTPJ GMIM 10-16 Mei 2026 : Iman Kamu Jangan Bergantung pada Hikmat Manusia, Tetapi pada Kekuatan Allah

Dalam Injil disebutkan mereka sering menuntut Yesus memberi tanda dari langit (Mat. 12:38, Yoh. 6:30).

Mereka mengharapkan penyataan Ilahi spektakuler bukan sosok Mesias yang menderita dan disalibkan.

Maka, ketika Yesus mati di kayu salib, harapan mereka seperti dihancurkan. Itu sebuah gambar yang mustahil dari Mesias, yang adalah Orang Pilihan Allah.

Dalam budaya Yunani, hikmat (Yun.σοφία / sophia) adalah nilai tertinggi. Mereka menyukai diskusi filosofis, logika, dan retorika.

Bagi mereka, ide tentang “Allah yang menjadi manusia lalu disalibkan” sangat tidak masuk akal bagi mereka.

Itu dianggap tidak logis, karena 2 hal, yakin Pertama: Dewa mereka tidak mungkin menderita. Kedua: Salib adalah hukuman budak, hina dan tidak pantas dibicarakan.

Ayat 24 menyebutkan “tetapi untuk mereka yang dipanggil…Kristus adalah Kekuatan Allah dan Hikmat Allah.”

Kata “dipanggil” (Yun κλητος – klētos) merujuk pada orang-orang yang telah menerima panggilan Allah dan merespons dengan iman, yaitu orang percaya.

Baik dari kalangan Yahudi maupun Yunani, yang oleh karena pekerjaan Roh Kudus bisa melihat bahwa salib adalah kekuatan dan hikmat Allah, bukan kebodohan.

“Kekuatan Allah” (Yun-dynamis Theou): Salib tampaknya lemah secara manusiawi, tetapi justru di sanalah kuasa Allah menghancurkan dosa dan maut. Di salib, Allah tidak mengalah karena kelemahan, tetapi menang melalui kelemahan.