Manado,BERITASULUT.CO.ID– Komisi IV DPRD Sulut bidang Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama enam Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dimana salah satunya Dinas Pariwisata Sulut,di ruang rapat Komisi IV, Senin (2/11/206)
RDP tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Komisi IV DPRD Sulut, Dra. Vonny Paat, didampingi Wakil Ketua Louis Carll Schramm dan Sekretaris Cindy Wurangian, anggota Iren Golda Pinontoan, Pier Makisanti, Paula Runtuwene, dan Vionita Kuera, juga Muslima Mungilong.
Diketahui rapat ini soal evaluasi capaian program dan kegiatan tahun anggaran 2026 serta rencana program dan kegiatan tahun 2027.
Dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas Pariwisata Sulut, dr. Kartika Devi Tanos, MARS, menyampaikan bahwa tingkat kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Sulawesi Utara mengalami lonjakan signifikan hingga 108 % , dibandingkan periode bulan Agustus tahun 2025 atau Year on Year.
“Namun tetapi wisatawan nusantara kita mengalami penurunan yang tidak baik, kurang lebih 0,62%, Tentunya kalau di mancanegara di pengaruhi dengan jumlah Flight dari korea selatan yang saat ini juga sudah setiap hari dari yang 1 minggu 4 atau 3 kali namun sekarang sudah setiap hari datang ke Sulut, begitu juga ada flight yang lainnya, yang charter flight kalau tidak salah dari garuda ada charter flight untuk tujuan buangso,”ujar Tanos.
Selain itu untuk biaya tiket pesawat lokal cukup tinggi, bisa mencapai Rp6 juta untuk pulang-pergi (PP). Ini sangat berpengaruh.
“Dengan tingginya harga tiket juga berdampak pada menurunnya penyelenggaraan kegiatan industri Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions (MICE) dari kementerian maupun lembaga pemerintah pusat, yang saat ini tengah menerapkan kebijakan efisiensi anggaran,”ungkapnya.
Selain itu, soal pembangunan infrastruktur pariwisata di Sulut, ia mengatakan Dinas Pariwisata tidak dapat bekerja sendiri.
“Jadi kami Diperlukan kolaborasi erat dengan para pelaku usaha serta masyarakat di sekitar destinasi untuk meningkatkan perekonomian lokal. Pastinya juga yanb penting menjaga kebersihan fasilitas dasar, seperti toilet publik, serta perlunya koordinasi intensif dengan pemerintah kabupaten/kota terkait destinasi wisata yang terbengkalai,”terangnya.
Dengan Kinerja yang bagus, yang ditunjukan Kadis Pariwisata Sulut, Wakil Ketua DPRD Sulut sekaligus Koordinator Komisi IV, Stella Runtuwene, AMd.Sek, memberikan apresiasi yang tinggi atas capaian lonjakan kunjungan wisatawan asing saat ini di Sulut.
“Hasil ini menandakan program kerja sektor pariwisata di Sulawesi Utara berjalan dengan baik. Namun saya ingatkan pemerintah daerah untuk tidak abai terhadap pembenahan fasilitas pendukung di lapangan,”pungkasnya.
Diketahui, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata per awal November 2026 ini telah melampaui target, yakni mencapai 104 persen.
(IKA)

















