Manado, BERITASULUT.CO.ID – Padel memang tengah menjamur dan menjadi tren baru di Kota Manado sejak awal 2026, setelah tren kopi artisan dan bersepeda sebelumnya.
Berikut adalah beberapa poin penting terkait fenomena ini dan menjadi alasan digemari, khususnya para perempuan.
– Mudah Dipelajari:
Lapangan yang lebih kecil dan penggunaan raket padat membuat pemula bisa melakukan rally dalam waktu singkat, berbeda dengan tenis yang memerlukan teknik dan waktu belajar lebih lama.
– Sifat Sosial:
Banyak digunakan sebagai sarana bertemu orang baru, berkumpul dengan teman, bahkan untuk urusan bisnis atau mencari pasangan hidup, disebut sebagai “the new golf” di kota ini.
– Dukungan Publik dan Artis:
Popularitasnya semakin meningkat setelah banyak selebriti Indonesia memainkannya dan mengadakan turnamen, yang membuat padel menjadi bagian dari gaya hidup yang menarik perhatian masyarakat luas.
Di Kota Manado, sejumlah venue padel semakin banyak tersedia dengan beberapa konsep yang ditawarkan dengan harapan memikat konsumen.
Konsep itu antara one-stop entertainment, dilengkapi kafe dan toko perlengkapan olahraga, kamar mandi dengan shower, loker, ruang VIP, taman bermain anak-anak, kolam renang dan fisioterapis.
Fenomena padel juga membawa manfaat ekonomi dengan munculnya ekosistem baru, seperti penyewaan lapangan, penjualan makanan dan minuman, serta penjualan perlengkapan olahraga premium.
Ketahui tentang Padel
Padel adalah olahraga raket campuran tenis dan squash yang umumnya dimainkan secara ganda di lapangan tertutup (kurang lebih 10×20 meter) yang dikelilingi dinding kaca dan kawat.
Menggunakan raket padat tanpa senar, olahraga ini populer karena mudah dipelajari, menggunakan sistem skor tenis, dan memanfaatkan dinding untuk pantulan bola.
Karakteristik Utama Padel
Lapangan: Lebih kecil dari tenis, memiliki dinding kaca atau jaring yang bisa memantulkan bola kembali ke area permainan.
Raket: Solid/padat, tidak bersenar, terbuat dari bahan komposit dengan lubang-lubang di permukaannya.
Bola: Mirip bola tenis tetapi dengan tekanan udara lebih rendah.
Permainan: Biasanya dimainkan berpasangan (ganda) 2 lawan 2.
Servis: Dilakukan dengan teknik underarm (servis bawah), tidak seperti servis atas pada tenis.
Olahraga ini berasal dari Meksiko pada tahun 1960-an dan kini berkembang pesat sebagai gaya hidup sehat dan sosial di banyak negara, termasuk Indonesia.
(BSC)



















