KManado,BERITASULUT.CO.ID- 45 Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) melaksanakan Reses II (Dua) Masa Persidangan Ketiga Tahun 2026.
Tujuan dilaksanakan reses ini untuk menyerap dan menindaklanjuti aspirasi konstituen pengaduan masyarakat guna memberikan pertanggungjawaban moral dan politis kepada konstituen di dapil masing-masing sebagai perwujudan perwakilan rakyat dalam pemerintahan.
Reses atau serap aspirasi anggota DPRD yang turun di daerah pemilihan (dapil) masing-masing ini dilaksanakan selama 4 (Empat) hari, dimulai pada, Sabtu 1 Agustus-Selasa 4 Agustus 2026.
Seperti yang di lakukan ke Enam (6) Anggota DPRD Sulut Dapil Minahasa Selatan dan Minahasa Tenggara (Minsel-Mitra), mereka turun langsung mendengarkan keluhan,aspirasi dan masukan dari masyarakat atau konstituen masing-masing.

Wakil Ketua DPRD Sulut dr. Michaela E. Paruntu, MARS turun menemui masyarakat di Desa Tumpaan Dua, Desa Wawona Kecamatan Tatapaan, Dan Desa Tenga Kecamatan Tenga, bahkan bertemu dengan Siswa-Siswi serta Guru-Guru di SMK Negeri 1 Tenga.
Adapun aspirasi-aspirasi yang disampaikan masyarakat yang ada seperti masyarakat meminta Bantuan untuk Rumah-rumah Ibadah di Desa Tumpaan Raya, Pembuatan Akses Jembatan Penghubung antar Desa, Pemeliharaan Jalan dan Jembatan ke Perkebunan Desa Tumpaan Dua, Bantuan modal dan pelatihan untuk pelaku UMKM, Bantuan beasiswa Pendidikan untuk anak sekolah (SMA/SMK).
Bahkan di Desa Wawona Kecamatan Tatapaan masyarakat meminta Pemeliharaan/Perbaikan Jalan Kebun Desa Wawona, Bantuan Bedah Rumah untuk Rumah tidak layak huni bagi Masyarakat Desa Wawona, Bantuan Alat Mesin Pertanian untuk Kelompok-kelompok Tani di Desa Wawona, Bantuan Lampu Penerangan Jalan,Pembuatan Akses Jalan antar Desa yang terhubung dengan Desa Pungkol.
Di Desa Tenga warga berharap ada Perbaikan Jalan, Bantuan dan Pelatihan Penyuluh Pertanian,Bantuan Benih Padi Varietas Unggul, Bantuan Alat Mesin Pertanian untuk Kelompok-kelompok Tani di Desa Tenga.
Dan untuk SMK NEGERI 1 TENGA mereka meminta Bantuan Beasiswa PIP bagi Anak Keluarga tidak mampu, Bantua Peralatan Alat Praktikum Sekolah, Bantuan untuk Memfasilitasi kejelasan status terkait Guru-guru Non PNS, Rehabilitasi Ruang Kelas yang sudah tidak layak, Pihak Sekolah Mendukung Program MBG namun mengeluhkan terkait Menu MBG yang belum sesuai harapan.
Menanggapi aspirasi dari semua masyarakat, Ketua DPD Sulut Partai Golkar ini mengatakan bahwa semua aspirasi akan di tampung dan akan disampaikan ke pemerintah Provinsi.
“Ini akan saya upayakan, mengingat saat ini kami di DPRD untuk anggaran memang sangat kurang, tapi sebagai wakil rakyat akan terus berupaya memberikan yang terbaik untuk rakyat tercinta, akan berusa agar bisa ditindaklanjuti aspirasi dari masyarakat yang ada,”ujar MEP.

Begitu juga dengan Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Utara, Stela Marlina Runtuwene, A.Md.Sek, melaksanakan kegiatan Masa Reses II Tahun 2026 di Desa Tumpaan Dua Kecamatan Tumpaan.
Dalam reses tersebut dilakukan dialog bersama warga, Stela Marlina Runtuwene menegaskan bahwa reses merupakan kewajiban setiap anggota DPRD untuk turun langsung ke masyarakat, mendengar berbagai persoalan yang dihadapi, serta menghimpun usulan pembangunan sebagai bahan pembahasan di DPRD Provinsi Sulawesi Utara.
Ada berbagai aspirasi pun disampaikan, seperti Peningkatan infrastruktur jalan dan jembatan, Pengembangan sektor pertanian dan perikanan, Peningkatan pelayanan kesehatan dan pendidikan, Pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Reses bukan hanya agenda rutin, tetapi menjadi kesempatan bagi kami untuk mendengar secara langsung kebutuhan masyarakat. Setiap aspirasi yang disampaikan akan kami kawal dan perjuangkan sesuai dengan kewenangan DPRD Provinsi Sulawesi Utara,”ujar Legislator Partai NasDem ini.
Sementara itu, anggota DPRD Sulut Billy Lombok melaksanakan Reses bersama dengan jemaat GMIM Pakuure, dan adapun aspirasi yang disampaikan Masyarakat meminta agar DPRD melihat soal loket RS kalooran agar menjadi dua loket, loket umum dan loket khusus jemaat.
“Tak hanya itu mereka meminta Agar diadakan ambulance untuk RA kalooran, bahkan berharap dalam sektor Pertanian dan perkebunan diadakan penyuluhan soal kelompok tani agar dapat mengusulkan program bantuan kementerian khusus pupuk, bibit jagung, aren, kelapa, coklat bagi jemaat GMIM di pakuure. Mereka pun Meminta Pergub tentang cap tikus dengan catatan masyarakat petani cap tikus lebih dilibatkan dalam penyusunan, serta Paving untuk boyong atas, Penerangan jalan untuk boyong atas, Alat unit usaha untuk usaha pabrik es di minahasa selatan. Meminta pemerintah dalam koordinasi dengan pemerintah setempat untuk evaluasi penetapan Desil, ada masyarakat yang salah ditetapkan desil hingga mahal bersekolah dan tak menerima bantuan. Bantuan pendidikan kuliah dari awal sampai akhir kuliah. Bantuan pendidikan s2 dan s3. Meminta traktor untuk pertanian,”ungkap Legislator Partai Demokrat ini,
Katanya, seluruh aspirasi tersebut akan dihimpun sebagai bahan pokok pikiran DPRD dan diperjuangkan melalui pembahasan bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara sesuai ketentuan dan kewenangan yang berlaku.
“Aspirasi masyarakat merupakan amanah yang harus kami perjuangkan. Setiap masukan yang disampaikan hari ini akan menjadi perhatian untuk ditindaklanjuti melalui fungsi penganggaran, pengawasan, dan legislasi DPRD Provinsi Sulawesi Utara,”terang Lombok.

Begitu dengan Anggota DPRD Sulut dari PDI Perjuangan Remly Kandoli Remly Kandoli melaksanakan kegiatan masa reses ke II tahun 2026, di wilayah Kecamatan Ratahan Kabupaten Minahasa Tenggara, Senin dan Selasa (3-4/8/2026).
Adapan keluhan dari masyarakat soal infrastruktur. di mana warga mendesak agar perbaikan jalan yang rusak segera ditindaklanjuti.
“Saya sudah berupaya untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat, melalui program pemeliharaan seperti sistem tampal sulam oleh dinas terkait akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini. Akses jalan dari Liwutung Kecamatan Pasan menuju Tababo Kecamatan Belang akan dikerjakan,” ujar Personil Komisi III Bidang pembangunan ini

Ia pun mengatakan bahwa Perbaikan Darurat di akses jalan tersebut terus jadi perhatian. “Saya mengawal langsung agar Dinas teknis, karena akses jalan tersebut menjadi prioritas perbaikan sejumlah ruas jalan yang menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi,” terang Kandoli.
Selain itu Anggota DPRD Sulut Pricylia Rondo, kembali menunjukkan komitmennya dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat melalui kegiatan reses Masa Persidangan Ketiga Tahun 2026 yang digelar di Desa Tumpaan, Kecamatan Tumpaan, Kabupaten Minahasa Selatan, Sabtu (1/8/2026).
Berbagai aspirasi dan kebutuhan disampaikan masyarakat dan diharapkan dapat diperjuangkan di tingkat Provinsi Sulawesi Utara, khususnya bagi daerah pemilihan Minahasa Selatan dan Minahasa Tenggara (Minsel-Mitra).

Dalam dialog yang berlangsung hangat dan penuh keterbukaan, warga menyampaikan beragam usulan terkait pembangunan infrastruktur, peningkatan pelayanan publik, sektor pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Aspirasi yang disampaikan akan menjadi bahan perjuangan saya dalam pembahasan program dan anggaran di DPRD Provinsi Sulawesi Utara pada masa persidangan ketiga tahun 2026. Reses merupakan bagian penting dari tugas konstitusional anggota legislatif untuk memastikan suara masyarakat benar-benar terserap dan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan pembangunan,”tandas Legislator PDI Perjuangan ini.
Sementara itu Anggota DPRD Sulut Eldo Wongkar turun jemput bola atau langsung ke kantor Hukum tua dan Kecamatan.
“Kita tahu bersama anggaran yang masuk di pemerintah Provinsi Sulut sangat minim, dan sangat sedikit untuk menjawab kerinduan, aspirasi dari masyarakat. anggaran sangat sedikit, ini kami terus mempertanggung jawabkan kepada masyarakat yang ada, karena kami adalah wakil rakyat, dan kami tidak pesimis, makanya kami berupaya melihat mana yang menjadi sekala prioritas, yang urgen yang dilaksanakan ini yang akan menjadi prioritas untuk dimasukan kedalam pokok-pokok pikiran DPRD, jadi kami itu hanya serap aspirasi bersama hukum tua dan camat yang ada di Desa Tumpaan, Tumpaan satu, Tumpaan Dua, Desa Paslaten, Rap-Rap, Matani, Wawontulap dan Desa Sulu,”jelas Legislator PDI Perjuangan Ini.

Adapun aspirasi-apsirasi yang disampaikan masyarakat seperti infrastruktur jalan, bibit pertanian,kurang pemasokan air bersih, belum tersedianya akses jalan bantaran sungai sosongian, jalan sentra produksi Pertanian, perkebunan, dan pariwisata, gedung olahraga, Broncong sungai dalam desa,pembuatan tanggul pemeca ombak, pembangunan talud, dan jembatan,pembangunan sarana perkantoran Pemerintah.
“Kami sebagai wakil rakyat dalam setiap usulan akan kami catatat dan akan kami perjuangkan walaupun melihat anggaran saat ini, dan dari setiap usulan yang ada ada yang dari Pemerintah Kabupaten itu akan kami koordinasikan dengan pemerintah Kabupaten, dan untuk kewenangan provinsi akan di masukan dalam pokir-pokir di DPRD Sulut,”pungkas Eldo Wongkar.
(Advetorial)



















