Konpers akhir tahun 2019, GSVL bicara soal penghargaan, Manado Fiesta hingga KTP-E

  • Bagikan

MANADO, BERITASULUT.CO.ID – Walikota Manado DR GS Vicky Lumentut (GSVL) memimpin konferensi pers (konpers) akhir tahun 2019 Pemerintah Kota Manado, di pendopo lantai 2 Kantor Walikota, Jln Balaikota, Selasa (31/12/2019) sore.

Dalam konpers yang dihadiri sejumlah wartawan, hadir juga para Asisten, beberapa Kepala Perangkat Daerah Pemkot Manado, baik Kepala Badan/Dinas hingga Kepala Bagian.

Ada beberapa hal yang ditanyakan kemudian direspon atau dijawab langsung Walikota GSVL. Antara lain soal penghargaan sepanjang tahun 2019, pariwisata, masalah pengangguran, infrastruktur, hingga blanko Kartu Tanpa Penduduk Elektronik (KTP-E).

Sepanjang tahun 2019, sedikitnya ada 29 penghargaan yang diberikan kepada Pemkot Manado, mulai dari penghargaan lokal, nasional, hingga internasional.

Salah satunya, Manado mampu membertahankan juara dunia berupa Medali Emas Contact Center World (CCW) dalam kategori layanan darurat Best Emergency Service Center (Call Center 112) dan Medali Perunggu untuk kategori Best Publik Service.

“Kalau ada penghargaan, pasti juga ada kekurangan sepanjang 2019, dan secara terbuka kami harus akui itu. Kekurangan itulah yang jadi cerita di masyarakat. Dan kekurangan itu yang akan diperbaiki tahun 2020 mendatang,” ujar Walikota GSVL.

Selanjutnya soal dunia pariwisata, tahun 2019 adalah tahun ketiga secara beruntun digelar Manado Fiesta. Pemerintah pusat pun sudah menjadikannya sebagai 100 destinasi wisata nasional 2020.

“Manado Fiesta juga kini sudah menjadi Perda (Peraturan Daerah). Jadi, siapapun walikota selanjutnya, iven Manado Fiesta ini sudah baku atau sudah jadi agenda tahunan. Apalagi sudah masuk agenda pariwisata nasional,” ungkap Walikota Manado dua periode ini.

Hal lain yang dikatakannya adalah soal pengangguran yang mencapai rasio 10,46 persen.

“Tercatat pengangguran di Kota Manado masih tinggi. Penyebabnya, karena Manado adalah Ibukota Provinsi. Semua pencari kerja di daerah di Sulut ini rata-rata cari kerja di Manado. Bahkan bukan cuma di Sulut, tapi juga ada yang dari daerah luar Sulut. Manado adalah kota nyaman dan aman, UMR juha tinggi sehingga banyak yang ramai-ramai datang cari kerja di Manado. Mereka itu tercatat sebagai pengangguran di Manado. Tapi berbagai upaya akan terus dilakukan Pemkot Manado untuk mengurangi pengangguran itu,” terang GSVL.

Baca Juga:  Penghargaan awal 2019, Manado terbaik Indeks Kota Cerdas Indonesia, lusa diterima Walikota GSVL

Yang tak kalah viral, khususnya di media sosial, adalah soal pengurusan KTP-E. Padahal kekurangan blanko adalah masalah nasional.

“Soal keluhan blanko KTP Elektronik. Kalau saja diizinkan kita yang bikin sendiri blanko itu, maka kita akan bikin. Tapi apa daya tidak bisa, semua harus minta ke pusat, meskipun juga di pusat mungkin terbatas. Namun saya berupaya terus tiap bulan saya suru Kadis Dukcapil ke Kemendagri di Jakarta untuk minta blanko,” ujar Walikota GSVL.

Dan masih ada beberapa hal lain yang ditanyakan kemudian dijawabnya dalam konpers tersebut.

“Yang kurang di tahun 2019, akan kita perbaiki dan lengkapi di tahun 2020. Selamat Natal dan selamat kita menyambut tahun yang baru, Tuhan memberkati. Salam kerukunan,” ujar GSVL menutup konpers akhir tahun 2019.(DONWU)

  • Bagikan