Warga DAS Dendal mulai mengungsi di SDN 56, Lurah Benny Kaseger minta Pala terus monitor wilayah

  • Bagikan
Lurah Dendengan Dalam Benny Kaseger bersama Babinsa dan Danramil saat berada di lokasi pengungsian di SDN 56.
Lurah Dendengan Dalam Benny Kaseger bersama Babinsa dan Danramil saat berada di lokasi pengungsian di SDN 56.

MANADO, BERITASULUT.co.id – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Manado dan sekitarnya dua hari terakhir ini, membuat sejumlah wilayah mulai tergenag air bahkan dilanda banjir.

Terpantau hingga malam ini, Senin (02/03/2020), Daerah Aliran Sungai (DAS) di Kelurahan Dendengan Dalam (Dendal) Kecamatan Paaldua pun mulai naik.

Kondisi hingga saat ini kondisi air dari laporan ke pos Pemerintah Kota Manado sudah mencapai 1,5 meter.

Kondisi ini membuat warga yang tinggal di bantaran sungai mulai mengungsi. Dan gedung SD Negeri 56 Dendal Lingkungan VII menjadi lokasi pengungsian.

“Sebagian warga mulai mengungsi di SDN 56, khususnya warga Kampung Manggis. Kami dibantu Babinsa dan Danramil terus memantau perkembangan,” ujar Lurah Dendal, Benny Kaseger, kepada BERITASULUT.co.id.

Dikatakannya, memang belum banyak warga yang mengungsi. Masih banyak yang bertahan di rumah masing-masing dan memilih menyelamatkan barang. Hanya saja, himbauan ke warga tak henti-hentinya disampaikan.

“Kami terus menghimbau warga, kalau kondisi makin buruk segeralah mengungsi. Para Pala (Kepala Lingkungan), saya juga minta agar terus monitor perkembangan. Koordinasi jalan terus,” ungkap Kaseger.

Tak lupa ia meminta pihak terkait lainnya, baik Badan Penanggulangan Bencana Dearah (BPBD) atau Dinas Sosial supaya menyiapkan logistik yang dibutuhkan warga di lokasi pengungsian.

Diketahui, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini cuaca di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dari tanggal 3-5 Januari 2020, dimana sesuai prediksi hujan lebat masih akan mengguyur sejumlah wilayah hingga dua hari kedepannya.

BMKG menjelaskan tingginya curah hujan disebabkan sirkulasi ‘Eddy’ di Teluk Tomini dan Laut Banda yang menyebabkan terjadinya konvergensi atau penumpukan angin di laut Sulawesi, dan sherline (belokan angin) di wilayah Sulut, sehingga berpotensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang.(DONWU)

Baca Juga:  Jangan panik! Ini yang harus dilakukan jika terjadi kebakaran
  • Bagikan