Viral penertiban tempat jualan takjil, ini penjelasan Kasat Pol-PP Manado

  • Bagikan
Kasat Pol PP Manado Johanis Waworuntu bersama jajarannya saat penertiban anak sekolah dan mall.(foto: donwu/bsc)

Kasat Pol PP Manado Johanis Waworuntu bersama jajarannya saat penertiban anak sekolah dan mall beberapa waktu lalu.(foto: donwu/bsc)

MANADO, BERITASULUT.co.id – Dua hari terakhir ini, Satuan Polisi Pamong Praja (Pol-PP) Kota Manado menertibkan tempat jualan takjil atau makanan pembuka puasa di beberapa tempat di Kota Manado.

Alasannya, agar wabah corona virus disease 2019 atau Covid-19 tidak menyebar, karena tempat takjil berpeluang terjadi pengumpulan orang. Penertiban pun kemudian viral di media sosial.

Dan ini penjelasan Kasat Pol-PP Kota Manado Johanis Waworuntu, Selasa (28/04/2020) sore:

Kami Satpol PP bermaksud dan bertujuan baik, yaitu untuk keselamatan semua warga, dalam rangka menghindari kerumunan atau kumpul-kumpul orang banyak saat beli ta’jil tersebut, mengingat protokol kesehatan dalam upaya percepatan penanganan penyebaran Covid-19.

Jadi saran kami adlaah silahkan jual door to door service/dinamis, berjalan dari rumah ke rumah. Bukan statis berdiam di suatu tmpat, terlebih di trotoar/pinggir jalan yang berpeluang dan berpotensi menimbulkan kerumunan orang. Bahaya dalam upaya memutus rantai penyebaran Covid-19.

Jadi peringatan sudah disampaikan sebelumnya oleh aparat pemerintah setempat, baik Camat, Lurah ataupun Kepla Lingkungan (Pala). Ditambah juga oleh Satpol PP sehari sebelum penertiban kemarin. Dan sudah diingat-ingatkan bahwa besok tidak diperkenankan lagi untuk berjualan ta’jil di lokasi tersebut, tapi kenyataannya masih juga.

Memang benar bahwa hal ini serba sulit mengingat akan berpengaruh di perekonomian mereka, tapi katanya ‘lebe bae miring dari pada tapalaka’. Maksudnya ‘lebih baik menderita/siksa, daripada menyesal kemudian’. Hindari terinfeksi Covid-19 dan menyebar pada banyak orang.

Dalam hal ini barangkali akan dberikan kebijakan berjualan apabila dalam kondisi normal (tak ada Covid-19), tapi sekarang sama-sama kita ketahui bersama adanya penyebaran virus ini.

Soal insiden yang terjadi di Kecamatan Singkil, jadi awalnya penjual ta’jil yang ditertibkan di depan sudah memahami dan tidak mempermasalahkan, hanya saja yg di dalam lorong yang mengawali membuat keributan tersebut yaitu dengan ‘melempar batu besar’ dan mengena pada anggota kami a.n. Melki Mokoginta.

Anggota kami masuk ke lorong untuk mengejar si pelempar batu besar tersebut untuk diberi pembinaan dan arahan, namun dihalangi oleh oknum warga.

Demikian yang terjadi, tidak ada maksud jelek, tapi kesemuanya untuk keselamatan kita bersama warga kota Manado yang kita sama-sama cintai dan sayangi.(DONWU)

Baca Juga:  Aksi sosial VLOC Chapter Manado bantu korban bencana alam
  • Bagikan