Ketahui! Sulut belum masuk penerapan ‘New Normal’, baru di 4 provinsi dan 25 kab/kota ini

  • Bagikan

 

JAKARTA, BERITASULUT.co.id – Pemerintah segera menerapkan ‘New Normal’ di tengah pandemi Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19.

Wiku Adisasmita selaku Ketua Tim Pakar gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menjelaskan arti ‘New Normal’ adalah bentuk adaptasi tetap beraktivitas dengan mengurangi kontak fisik dan menghindari kerumunan.

Rencana ‘New Normal’ ini ternyata tidak secara menyeluruh diberlakukan di seluruh Indonesia, tetapi hanya daerah-daerah tertentu.

Dan rupanya belum berlaku untuk Sulawesi Utara (Sulut). Anehnya, baik di media sosial maupun di percakapan langsung, warga Sulut justru ribut dengan rencana ‘New Normal’ ini.

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto mengatakan ada baru tujuh provinsi yang dianggap siap untuk menerapkan ‘New Normal’. Adapun Biro Pers Sekretariat Presiden juga telah merilis 25 daerah kota/kabupaten yang telah siap melaksanakan New Normal.

Daerah-daerah itu disebutkan Airlangga akan siap menjalankan tatanan kehidupan baru saat pandemi corona pada 4 Juni mendatang. Dari keterangan yang disampaikan Airlangga dalam video conference rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo pada Rabu (27/5/2020) lalu, data kesiapan New Normal untuk tujuh provinsi tersebut berdasarkan data indeks penularan Covid-19 (R0) dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Adapun 7 provinsi yang disebut telah siap untuk menerapkan New Normal menurut Menko Perekonomian yakni Aceh, Riau, Jambi, Kalimantan Utara, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Maluku.

Namun terbaru, dipastikan baru 4 provinsi yang akan menerapkan New Normal tersebut, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Sumatera Barat, dan Gorontalo.

Sementara 25 kota dan kabupaten yang disebut siap menjalankan New Normal menurut Biro Pers Sekretariat Presiden yaitu Kota Pekanbaru, Kota Dumai, Kota Palembang, Kota Prabumulih, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kota Tegal, Kota Surabaya, Kota Malang, Kota Batu, Kota Palangkaraya, Kota Tarakan, Kota Banjarmasin, Kota Banjar Baru, Kabupaten Kampar, Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Siak, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Tangerang, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Gresik, Kabupaten Malang, Kabupaten Banjar, Kabupaten Barito Kuala, dan Kabupaten Buol.

Baca Juga:  Cegah Covid-19, GSVL sementara terima tamu di gasebo dan halaman

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengungkapkan, saat ini pemerintah telah melakukan kategorisasi sesuai dengan tingkat resiko di setiap daerah berdasarkan warna.

Adapun kategorinya yaitu zona hijau yakni kabupaten/kota yang belum terdampak covid-19, zona kuning yaitu kabupaten/kota dengan tingkat resiko rendah, zona orange yakni kabupaten/kota dengan tingkat resiko sedang, dan zona merah yang berarti kabupaten/kota dengan tingkat resiko yang tinggi.

Untuk menangani pandemi covid-19, tim gugus tugas pusat telah menyiapkan strategi yang berbeda bagi setiap kategori daerah.

“Zona merah menjadi prioritas untuk menjadi zona orange, zona orange kita kontrol untuk bisa menjadi zona kuning, dan zona hijau terus kita pertahankan agar tidak menjadi zona kuning atau orange,” kata Doni dalam konferensi pers di Gedung BNPB, Sabtu (30/05/2020), dilansir dari mediaindonesia.com.

Dan Doni menyebut di Sulawesi Utara ada dua kabupaten yang bisa menerapkan New Normal.

“Seterusnya setiap daerah juga harus memperhatikan ketentuan tentang testing yang masif, tracing yang agresif, isolasi yang ketat, serta treatment yang dapat menyembuhkan pasien covid-19,” imbuhnya.(AYB/MI)

  • Bagikan