SULUT  

Gubernur Yulius: Perbedaan Pandangan Politik Bukan Alasan Perpecahan, Tapi Kekayaan Besar

Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 di Sulawesi Utara (Sulut) digelar dengan khidmat di halaman Kantor Gubernur Sulut, Jalan 17 Agustus, Manado, Senin (1/6/2026) pagi.

Manado, BERITASULUT.CO.ID – Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 di Sulawesi Utara (Sulut) digelar dengan khidmat di halaman Kantor Gubernur Sulut, Jalan 17 Agustus, Manado, Senin (1/6/2026) pagi.

Bertindak selaku Inspektur Upacara, Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, menegaskan bahwa Pancasila bukan sekadar catatan sejarah, melainkan nyawa dan pedoman hidup bangsa yang harus terus dijaga serta diamalkan.

Upacara bendera ini dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Dr. Victor Mailangkay, Ketua DPRD Provinsi Sulut dr. Fransiscus Andi Silangen, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta seluruh pejabat dan staf di lingkungan Pemprov Sulut.

Suasana haru dan khidmat menyelimuti jalannya upacara sebagai bentuk penghormatan terhadap dasar negara.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Yulius membacakan sambutan tertulis Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Prof. Drs. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D.

Ia menekankan bahwa Pancasila merupakan fondasi utama dalam mewujudkan cita-cita luhur bangsa, yaitu Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.

“Pancasila bukan sekadar dokumen historis, tetapi jiwa bangsa yang menjadi pedoman dalam mewujudkan Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur,” tegas Yulius saat membacakan pesan tersebut.

Gubernur menilai, Sulawesi Utara dikenal luas sebagai wilayah yang menjunjung tinggi kerukunan dan toleransi antarumat beragama.

Nilai luhur ini, kata dia, sejalan dengan semangat Pancasila dan wajib diwariskan kepada generasi muda sebagai karakter utama masyarakat Sulut.

Lebih jauh, mantan perwira tinggi TNI ini mengingatkan bahwa keberagaman suku, agama, budaya, hingga perbedaan pandangan politik yang ada di Indonesia maupun di Sulawesi Utara bukanlah alasan perpecahan, melainkan kekayaan besar yang menjadi sumber kekuatan.

“Perbedaan suku, agama, budaya maupun pilihan politik tidak boleh memecah persaudaraan. Justru keberagaman adalah kekayaan yang membuat Indonesia kuat dan Sulawesi Utara semakin maju dan sejahtera,” ujarnya.

Yulius juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mengisi peringatan momen bersejarah ini dengan aksi nyata, bukan sekadar seremonial.

Ia mendorong seluruh elemen bangsa untuk bekerja keras, disiplin, dan berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah.

“Nilai-nilai Pancasila harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari. Mari bekerja bersama, bergotong royong, menjaga persatuan, serta terus membangun Sulawesi Utara yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan,” ajaknya.

Di akhir amanatnya, Gubernur Yulius mengucapkan selamat memperingati Hari Lahir Pancasila bagi seluruh masyarakat Sulawesi Utara.

Ia berharap semangat persatuan senantiasa menyala dan menjadi penuntun bangsa menuju masa depan yang lebih cerah.

“Dirgahayu Pancasila. Mari terus menjaga persatuan, memperkuat kebersamaan, dan menjadikan Pancasila sebagai cahaya yang menuntun perjalanan bangsa menuju masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.

(DONWU)