Bagaimana cinta GSVL dan JPAR bersemi dan menikah 33 tahun silam? Ini kisah singkat JPAR

  • Bagikan
Keluarga Lumentut-Runtuwene, DR Vicky Lumentut dan Prof Julyeta PA Runtuwene.
Keluarga Lumentut-Runtuwene, DR Vicky Lumentut dan Prof Julyeta PA Runtuwene.

MANADO, BERITASULUT.co.id – Hari ini, Sabtu (20/06/2020), pernikahan DR GS Vicky Lumentut (GSVL) dan Prof Julyeta PA Runtuwene (JPAR) genap berusia 33 tahun.

Waktu yang cukup panjang mengarungi bahtera rumah tangga, bersama empat orang anak, yakni Pingkan, Kristo, Gracia dan Glend.

Kini keduanya tak hanya membangun keluarga, tapi juga punya tanggung jawab lain lain untuk banyak orang.

Di pelayanan gereja, GSVL dipercayakan sebagai Ketua Komisi Pelayanan Pria Kaum Bapa (PKB) Sinode GMIM. Sementara JPAR juga dipercayakan sebagai Wakil Ketua Komisi Pelayanan Wanita Kaum Ibu (WKI) Sinode GMIM.

GSVL juga sampai sekarang masih memangku tanggung jawab sebagai Walikota Manado, sedangkan JPAR masih menjabat Rektor Universitas Negeri Manado (Unima).

Banyak cerita perjalanan hidup keluarga Lumentut-Runtuwene ini. Namun banyak juga orang yang penasaran bagaimana keduanya bisa bertemu hingga menikah.

Intinya, cinta keduanya bersemi saat sama-sama menjadi pelayan Tuhan sebagai guru sekolah minggu. Engku Vicky dan Enci Paula dipertemukan. Bahkan keduanya di periode berbeda pernah menjabat Ketua Komisi Pelayanan Anak Sekolah Minggu (ASM) Sinode GMIM.

Dan berikut kisah singkat yang digambarkan JPAR dalam laman media sosial Facebook:

Lebih dari 33 Tahun yang lampau…
Sebermula dari buku yang dibaca dikala remaja ketika itu judulnya ‘Gadis Cintaanku dan Jodohku’ ditulis oleh Ingrid dan Wolter Trobish, pasangan Hamba Tuhan.

Tulisan itu sangat membekas di hati, bahkan menjadi standart dalam diri, dalam impian dan Doa sebagai seorang gadis muda.

Untuk suatu hari nanti, akan datang dalam hidupku seorang pria yang menemukan “saya adalah tulang rusuknya“, yang tepat, yang pas, pria yang Takut akan Tuhan, seorang pria yang bisa menjadi suami yang baik nanti dan ayah yang bertanggung jawab bagi anak-anak yang akan dilahirkan kelak, seorang ayah yang mereka dapat teladani.

Tuhan bekerja dengan dasyat, maka bertemulah Enci Paula dan Engku Vicky sebagai guru sekolah minggu. Awal cinta bersemi.

Waktu berjalan begitu cepat, 33 Tahun sudah, menjadi ujian cinta yang terbangun oleh KasihNya dan Kesetiaan satu sama lain. Untuk saling mengasihi, saling menghormati, saling mendorong dan membangun

Untuk boleh mencapai tujuan dari pernikahan itu sendiri, keluarga yang harmonis, keluarga yang bahagia, keluarga yang melayani Tuhan.

Makase banya Tuhan untuk semua nerkat yang Engkau beri dalam hidup pernikahan kami.

“Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama lamanya!” ( Roma 11:36)

(DONWU)

Baca Juga:  Cukup lama berpikir, GSVL di antara 3 pilihan parpol: jatuhnya ke Nasdem
  • Bagikan