Pencanangan Lembean sebagai Desa Wisata Kolintang bukan program asal-asalan karena program ini terutama sejalan dengan program pemerintah pusat membangun KEK Pariwisata di Likupang. KEK Pariwisata memerlukan minimal 3 desa yang akan menjadi tujuan wisata template disamping Desa Lembean memang terkenal dengan musik Kolintangnya sejak berkiprahnya Grup Kolintang Kadoodan di tahun 1970-an.
Dana desa sejak tahun 2017 hingga 2020 sudah mencapai kurang lebih tiga milyar rupiah. bila digunakan dengan benar mampu membiayai pembangunan Desa Wisata Kolintang.
Beberapa tokoh masyarakat, budayawan dan para pelaku seni musik Kolintang secara terpisah memberikan apresiasi dan mengharapkan segera terwujudnya Lembean sebagai Desa Wisata Kolintang.
Mereka mengatakan bahwa sudah waktunya dana desa mulai diprioritaskan untuk membangun sarana dan fasilitas menunjang tercapainya tujuan Lembean sebagai Desa Wisata Kolintang yang akan menghidupkan perekonomian, nanti pada waktunya akan membuat rakyat menjadi sejahtera.
Sarana dan fasilitas yang akan dibangun perlu dimulai dengan menginventarisir dan membeli/menyewa lahan/tanah-tanah yang terletak di tepi Danau Seper, Waleposan, di Pancuran Air Tudus, di bekas lokasi pembuatan Waruga dan juga di Kuburan Opo Tumi’deng untuk menjadi area pariwisata.



















