BERITASULUT.co.id – Progres pembangunan di Desa Tombatu Dua Barat, Kecamatan Tombatu Utara, Minahasa Tenggara (Mitra), terus menunjukkan adanya kemajuan dalam beberapa tahun terakhir. Di tahun 2021, upaya memajukan desa pun tetap dimaksimalkan pemerintah setempat.
Hukum Tua Desa Tombatu Dua Barat, Audy Ngantung mengatakan, sejumlah program baik lanjutan maupun baru akan dilaksanakan, sudah disiapkan pihaknya untuk dikerjakan di tahun 2021. Sedikitnya, Rp 830 juta anggaran yang bersumber dari dana desa atau APBDes tahun 2021 sudah disiapkan untuk membangun desa baik infrastruktur maupun pemberdayaan.
“Infrastruktur masih fokus untuk pembuatan drainase dan penutupnya. Selain itu, ada juga penimbunan jalan, peningkatan sarana prasarana olah raga, pematangan lahan untuk pembangunan gedung PAUD serta bedah rumah dan bantuan langsung tunai atau BLT bagi keluarga kurang mampu. Sedangkan sektor pemberdayaan diarahkan ke insentif kader,” ungkap Ngantung.
“Termasuk penanggulangan penanganan Covid-19 yang anggarannya sebesar 8 persen diambil dari total APBDes 2021,” tambahnya.
Untuk dana desa tahap satu, Ngantung menerangkan 60 persennya masih fokus pada pembuatan penutup drainase. Sedangkan sektor pemberdayaan diarahkan ke program bedah rumah dan peningkatan sarana prasarana olah raga. Kurang lebih untuk anggaran dana desa tahap satu tersebut ada diangka Rp 330-an juta yang bersumber dari APBDes tahun 2021.
Disisi lain, program kebijakan pun tengah dicanangkan Hukum Tua Audy Ngantung guna menunjang sektor pendidikan dengan memanfaatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) dari pengembangan destinasi pariwisata Danau Seledan.
“Bila anggaran pendapatan PADes yang dihasilkan dari pengelolaan pariwisata Danau Seledan mencukupi atau sesuai yang ditargetkan, maka tahun ini kita akan bangun gedung PAUD. Dan anggaran pembangunannya tidak menggunakan dana desa melainkan murni dari PADes Tombatu Dua Barat,” tukasnya.
Disamping itu, ia juga menambahkan, bentuk perhatian dari Bupati James Sumendap, Desa Tombatu Dua Barat mendapatkan bantuan melalui Pemkab Mitra, dalam program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) yang nilainya mencapai 350 juta rupiah. Air bersih ini bersumber dari Mata Air Lumbuhan dan akan disalurkan kepada 281 kepala keluarga.
Lanjut, Audy juga menegaskan pihaknya akan terus berjibaku mendukung program Kampung Tangguh yang dicanangkan Bupati James Sumendap dan Wakil Bupati Jocke Legi, dalam rangka memerangi penyebaran Covid-19.
Menurutnya, ini sejalan dengan slogan Mitra saat ini yakni Melaju21, artinya siaga satu dalam penanganan Covid-19. “Persoalan virus corona ini belum terselesaikan, tapi lambat laun Kabupaten Mitra khususnya Desa Tombatu Dua Barat akan terus berusaha menyelesaikan semua yang dihadapi guna melawan Covid-19,” tegas Ngantung.
Untuk itu, mulai dari anggaran, persiapan, sosialisasi sampai pelaksanaan dan pelayanan terus dimaksimalkan. Seluruh warga, tokoh masyarakat, tokoh agama ikut dilibatkan. Demikian halnya posko siaga melibatkan perangkat desa, BPD, ASN dan THL di desa setempat. Bukan itu saja, bahkan posko siaga Covid-19 ini juga dimanfaatkan pemerintah setempat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
Ngantung pun berharap dukungan dan keterlibatan masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat dan semua unsur terkait untuk berpartisipasi menunjang program pemerintah dalam menangani persoalan Covid-19. Ia juga meminta hal ini menjadi perhatian semua pihak agar bertindak pro aktif dan secara bersama-sama mengawasi pelaksanaannya dan tetap menjalankan disiplin protokol kesehatan guna memutus mata rantai penyebaran virus corona.

“Hal ini bukan lagi persoalan pemerintah saja, tapi sudah menjadi persoalan semua elemen bangsa, persoalan universal umat manusia sehingga semua berkewajiban turut serta menangani masalah ini. Kita semua terpanggil demi menyelamatkan saudara kita, keluarga kita, dan terutama diri kita sendiri. Kita harus kedepankan protokol kesehatan dalam hal penanganan pandemic global ini,” ajaknya
Ia menambahkan, dalam menangani dan memerangi virus corona harus mengedepankan protokol kesehatan dengan tidak mengabaikan bidang perekonomian. “Ekonomi akan berjalan dan bergerak terus, sambil tetap menangani ketertiban masyarakat yang secara serius,” tambahnya.
Berkaitan dengan penerapan disiplin protokol kesehatan, Audy Ngantung juga meminta dukungan pihak Kepolisian dan TNI, serta Satuan Polisi Pamong Praja apabila ada pelanggar protap sehingga dapat langsung ditindak.
Seperti diketahui bahwa beberapa waktu lalu Bupati James Sumendap telah menandatangani surat keputusan bupati berkaitan dengan penanganan virus corona di desa.
Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara sendiri telah dan terus berupaya maksimal dan melakukan semua hal berkaitan dengan pencegahan Covid-19. Mulai dari penjagaan ketat lewat posko siaga disemua pintu masuk Mitra, rapid test antigen massal bagi seluruh tenaga kesehatan, kepala SKPD, para pejabat, anggota DPRD sampai para hukum tua, perangkat desa, bahkan para pemuka agama. (Advertorial)







