Edy mengaku langsung menutup telepon karena kaget. Namun, pelaku lebih cepat melakukan tangkapan layar pada saat video call.
“Kebetulan (saat panggilan) itu kepala aku kelihatan. Begitu kelihatan, dia langsung mengancam akan menyebarkan screenshot tersebut,” ujarnya.
Mantan anggota DPRD Sulsel ini menyebut VCS itu sangat berbahaya karena bisa menjadi sebagai alat untuk melakukan pemerasan. Apalagi, kata dia, kejadian itu dialami banyak pihak.
“Banyak pejabat juga yang menjadi korban. Cuman tidak berani menyampaikan,” katanya.
Edy pun berharap agar pihak kepolisian bisa menindak dan mencari pelaku kasus pemerasan dengan modus VCS.
“Ini bisa berbahaya kalau tidak ditindak, karena bisa menjadi alibi untuk melakukan pemerasan,” katanya.
(cnni)















