Manado, BERITASULUT.co.id – Walikota Manado Andrei Angouw memimpin Apel dalam rangka HUT ke-50 Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) di Lapangan Sparta Tikala, Manado, Senin (29/11/2021) pagi.
Hadir dalam apel ini, antara lain Wakil Walikota Richard Sualang, Sekda Micler CS Lakat, para pejabat serta staf di lingkungan Kantor Walikota Manado.

Dalam sambutannya, Walikota mengatakan, selama 50 tahun KORPRI telah berproses melayani masyarakat dan membangun negeri. Dari rentang waktu tersebut, tentunya ada pengeatahuan dan pengalaman berharga yang dapat dipakai untuk meningkatkan kualitas Korpri, baik secara individu anggota maupun secara organisasi.
Dari tema “ASN Bersatu, Korpri Tangguh, Indonesia Tumbuh” ini ikut dijabarkan oleh Walikota soal “ASN Bersatu”, maupun “KORPRI Tangguh.”

Pada kesempatan itu, Walikota menegaskan kembali soal pandemi Covid-19, dimana kesatupaduan dan ketangguhan KORPRI harus menjadi bagian dari pemulihan bangsa dari pandemi.
“Anggota KORPRI harus menjadi teladan penerapan protokol kesehatan, dan juga menerima vaksinasi sebagai bagian dari perlindungan keselamatan kerja,” kata Walikota.

Dikatakan pula, bahwa anggota KORPRI harus menyebarluaskan pemahaman yang benar mengenai manfaat prokes dan vaksinasi, untuk membangun kesadaran masyarakat agar juga ikut prokes dan vaksinasi.
Tak lupa Walikota berharap bahwa dengan momentum HUT Emas KORPRI, ia mengajak Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Manado agar membangun KORPRI yang bersatu, tangguh, profesional dan berintegritas, untuk melayani masyarakat, mengabdi pada negara demi kemajuan bangsa.

Dalam apel ini juga Walikota menyerahkan penghargaan Presiden RI kepada Sekda Kota Manado Micler CS Lakat dan beberapa ASN atas pengabdian sebagai abdi negara.
Presiden Jokowi beri empat pedoman untuk ASN
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan beberapa hal yang dapat dipedomani untuk insan KORPRI.
Pertama: Setiap anggota KORPRI dalam berbagai jabatan harus memiliki nilai dasar yang sama, yaitu memberi layanan terbaik untuk masyarakat, berkompeten pada pelayanan, akuntabel, loyal, adaptif dan kolaboratif.

Kedua: Melakukan terobosan dan inovasi secara berkelanjutan, ubah maindset, hindari ketidak-efesienan serta berkolaborasi lintas organisasi, lintas daerah, lintas ilmu dan tingkatkan e-goverment.
Ketiga: Bangun dan perkokoh integritas aparatur, ciptakan birokrasi yang lebih transparan dan akuntabel serta perkuat peran sebagai perekat persatuan dan kesatuan.
Keempat: Semua ASN harus terus bersatu. ASN yang bersatu akan menjadi kunci untuk memajukan Indonesia. Selain itu ASN juga harus bisa menjaga dari intervensi politik.
(advertorial)



















