Keterangan GSVL di kejaksaan bisa saja memberatkan atau meringankan DPRD, begini pandangan praktisi hukum

  • Bagikan
Mantan Walikota Manado GS Vicky Lumentut pada Kamis (02/12/2021) pekan lalu memenuhi panggilan Kejari Manado sebagai saksi untuk memberikan keterangan terkait dugaan kasus terkait tunjangan perumahan dan transportasi pimpinan dan anggota DPRD Manado periode 2014-2019. Inzet: Jekson Sulangi.(ist)

Manado, BERITASULUT.co.id – Beberapa hari terakhir ini, nama GS Vicky Lumentut (GSVL) ramai dibicarakan.

Itu terjadi lantaran Walikota Manado 2 periode itu pada pekan lalu dipanggil Kejaksaan Negeri (Kejari) Manado untuk dimintai keterangan sebagai saksi anggaran perumahan dan transportasi pimpinan dan anggota DPRD Manado periode 2014-2019.

Apalagi, sebagai publik figur pemeriksaan GSVL seolah dimanfaatkan pihak-pihak terkait hingga membentuk opini yang terkesan GSVL actor utama dalam pusaran dugaan korupsi berbandrol Rp5 Miliar tersebut.

Padahal, selain GSVL, juga ada pejabat lainnya yang ikut diperiksa sebagai saksi.

Antara lain para Pimpinan DPRD Manado periode itu, masing-masing Ketua Noortje Van Bone, serta Wakil Ketua Danny Sondakh dan Richard Sualang. Nama terakhir saat ini menjabat Wakil Walikota Manado.

Penggiringan opini terhadap GSVL ini pun membuat pemerhati hukum ini angkat suara.

Jekson Sulangi salah satunya, yang mengaku heran, bahwa dari sekian saksi yang dimintai keterangan Kejari Manado, hanya GSVL dikesankan orang paling bertanggungjawab dalam dugaan korupsi di DPRD itu.

“Opini yang berkembang kan begitu. Seolah-olah GSVL itu melakukan korupsi tunjangan perumahan dan transportasi DPRD Manado,” ujarnya, Senin (06/12/2021).

Baca Juga:  Ini tanggapan Walikota GSVL ketika Manado Fiesta resmi masuk Kalender Pariwisata Nasional
  • Bagikan