Pemulihan Ekonomi
Terkait pemulihan ekonomi, Jokowi mengakui bahwa Indonesia sempat mengalami resesi, pertumbuhan minus, perlambatan ekonomi di banyak sektor, dan ketidakpastian yang tinggi hampir di semua bidang. Akan tetapi, dengan semangat dan kerja keras, Indonesia dapat bertahan.
“Perekonomian Indonesia pada triwulan III 2021, tumbuh 3,51 persen (yoy). Di sisi lain, pandemi mendorong dunia baru: peradaban digital. E-commerce, misalnya, mencapai nilai USD24,8 miliar tahun ini,” kata Jokowi dilansir dari merdeka.com.
Jokowi melanjutkan, sejak 1 Desember 2021 sampai setahun ke depan, Indonesia memegang posisi Presidensi G20 yakni kelompok 19 negara plus Uni Eropa yang secara kolektif mewakili sekitar 60% penduduk dunia, 80% perekonomian dunia, dan 75% total perdagangan global.
Jokowi merasa, Presidensi Indonesia di G20 adalah sebuah peluang untuk Indonesia yang lebih baik lagi di tahun 2022.
“Ini sebuah kehormatan sekaligus kesempatan bagi Indonesia untuk berperan lebih besar lagi di tahun mendatang menentukan pemulihan perekonomian dunia, tata kelola dunia yang lebih sehat, adil dan berkelanjutan,” kata Jokowi.
(merc)
















