Ayat 17-22 Ungkapan bahwa “kasih nyata dalam perbuatan” agaknya nyata dalam tindakan Paulus. Kesungguhan kasihnya kepada Onesimus tidak tanggung-tanggung.
Seandainya Filemon menuntut ganti rugi akibat perbuatan Onesimus, Paulus siap secara pribadi membayarnya. la rela berhutang kepada Filemon demi Onesimus. Kasih yang tulus rela berkorban bukannya menuntut.
Sebagai bapak rohani Filernon, Paulus mengharapkan agar Filemon juga dapat mengasihi dengan tulus bagi Onesimus dan menerimanya kembali dengan penuh pengampunan melalui Doanya.
Makna dan Implikasi Firman
Untuk membangun kebersamaan hendaknya memiliki tiga dampak yang membawa kepada perubahan hidup dalam pola pikir, karakter dan sikap pelayanan, yaitu:
- Kasih Kristus dasar dari pengampunan,
- Meruntuhkan tembok-tembok pemisah,
- Mengajar untuk menghargai dan mengampuni kesalahan orang lain.
Jika kita diberi kuasa dan kepemimpinan adalah untuk sebuah maksud dari Allah, yakni untuk kita menyelamatkan keluarga dan bahkan dunia ini. Kita harus hidup saling menghargai satu sama lain, dengan sesama saudara seiman kita.
Jangan gunakan hak kita untuk saling menyerang dan menjatuhkan. Pergunakan hak kita untuk kemuliaan Tuhan. Agar supaya semangat kebersamaan dalam jemaat terus terjaga.
Dunia semakin berubah demikian cepatnya, tetapi kasih hendaknya jangan berubah, mengapa? Karena lewat perbuatan kasih, dunia akan melihat kasih Kristus terpancar melalui kehidupan kita.
Contohnya ketika kita mau peduli dan berbagi dengan sesama yang sangat membutuhkan melalui program puasa diakonal. Adanya bantuan pendidikan kepada anak-anak kurang mampu, bedah rumah dan masih banyak lagi contoh konkret lainnya.
Hal ini tentunya dimulai dari keluarga, jemaat dan masyarakat dimana kita beraktivitas setiap hari.















