RATAHAN, BERITASULUT.co.id – Warga Desa Lowatag, Kecamatan Touluaan Selatan, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), mengeluhkan kondisi jalan yang sudah bertahun-tahun rusak parah. Kerusakan jalan tersebut semakin parah karena tidak ada perbaikan hingga kini.
Pantauan Beritasulut.co.id, Kamis (4/8/2022) pekan lalu sekitar pukul 12.30 Wita, selain rusak parah, kondisi jalan menuju Desa Lowatag tampak juga dibanyak titik sebagian besar sudah tidak beraspal. Hanya ada bebatuan besar nan runcing serta coran ala kadarnya.
Ditambah lagi, kondisi jalan kebanyakkan menanjak yang membuat pengendara ekstra hati-hati ketika melintas. Bahkan untuk roda dua yang berboncengan saja, salah satunya harus turun disebabkan kondisi jalan yang rusak. Apalagi ketika hujan maupun sesudahnya.
Tak sampai disitu saja, yang membuat masyarakat Desa Lowatag semakin kesulitan lagi ialah, tidak ada rute lain yang bisa mereka lalui, sebab jalan ini merupakan akses satu-satunya keluar masuk warga ketika beraktifitas baik ke sekolah, ke pasar maupun mengurus keperluan lainnya.
Dan saat media ini menjumpai sejumlah masyarakat, seorang warga sempat bergurau menyinggung jalan rusak yang dilalui. “Gaga kang tu jalang ngoni da lewat akang?,” sindirnya disambut tertawaan warga lainnya.
“Tu jalang so rusak sekitar 7 ato 8 taong stow. Sampe ini pemerintah blum da bekeng-bekeng,” ungkap warga lainnya.
Dikesempatan berbeda, seorang tokoh masyarakat Desa Lowatag juga mengungkapkan bahwa, warga setempat sudah cukup lama menikmati kondisi jalan yang rusak tersebut, hampir 10 tahun.
“Tu jalang memang so rusak sebelum pak Bupati JS (James Sumendap, red) menjabat pada periode pertama. Mar ini somo abis periode ka-dua, tu jalang pemerintah nda bekeng-bekeng sampe sekarang,” ungkap tokoh masyarakat ini yang meminta namanya tidak dikorankan.
Ia bahkan mengatakan, warga kini menjadi pesimis jikalau jalan tersebut bakal diperbaiki atau tidak. Sebab menurutnya, sudah sekian tahun lamanya jalan itu diaspirasikan agar diperbaiki namun hingga saat ini tak kunjung digubris oleh pemerintah.
Bahkan setiap tahun menjelang Natal, ia menambahkan, secara swadaya masyarakat Lowatag sampai harus melakukan perbaikan-perbaikan jalan dengan fasilitas seadanya. Terlebih lagi pengecoran dibeberapa titik jalan menanjak memasuki desa. (HENGLY)







