RELIGI  

MTPJ GMIM 18 – 24 September 2022 : Hendaklah kamu kaya dalam pelayanan kasih

Kata “penderitaan” (thlipsis) di sini menunjuk pada tekanan yang dihadapi jemaat-jemaat di Makedonia yang datang dari luar.

Jemaat-jemaat ini, di dalamnya jemaat di Tesalonika, Filipi, dan Berea menghadapi lingkungan yang memusuhi mereka.

Hal ini menjadi penyebab mengapa jemaat-jemaat ini berada dalam kemiskinan. Sekalipun sebenamya, Makedonia adalah daerah yang makmur secara ekonomi.

Gangguan dan tekanan yang mereka hadapi dari pihak orang-orang non-Kristen membuat jemaat harus menderita kemiskinan. Bahkan Paulus menyebutnya sebagai kemiskinan yang sangat dalam.

Namun demikian, keadaan mereka yang sangat miskin tersebut tidak menghalangi untuk menyatakan kemurahan. Dan di situlah letak kekayaan mereka.

Kekayaan dalam kemurahan tersebut nyata dalam jumlah pemberian mereka kepada jemaat Kristen di Yerusalem, yang bahkan melampaui kemampuan mereka (ay. 3).

Keadaan yang sangat miskin membuat Paulus tidak mendesak mereka untuk memberi.

Namun jemaat-jemaat di Makedonia sendirilah yang mendesak Paulus agar mereka dapat mengambil bagian dalam pelayanan kasih kepada jemaat di Yerusalem (ay. 4).

Jumlah pemberian mereka yang banyak membawa Paulus pada kesimpulan bahwa pemberian tersebut berakar pada komitmen pemberian diri jemaat kepada Allah.