RELIGI  

MTPJ GMIM 18 – 24 September 2022 : Hendaklah kamu kaya dalam pelayanan kasih

Dengan mengemukakan prinsip-prinsip dan contoh-contoh yang melandasi tindakan jemaat untuk memberi, Paulus kemudian mendorong jemaat di Korintus untuk menyelesaikan apa yang telah mereka mulai untuk jemaat di Yerusalem (ay. 10-11).

Penekanan Paulus tentang pelaksanaan pemberian yang sudah dimulai jemaat sejak tahun yang lalu akan diulanginya lagi pada pasal 9:2, sekaligus menegaskan sesuatu yang sangat penting tentang jemaat di Korintus.

Komitmen mereka sejak tahun yang lalu itulah yang dipakai Paulus untuk mendorong jemaat-jemaat lainnya, termasuk orang-orang Makedonia, untuk mulai memberi bagi jemaat di Yerusalem. Paulus menyebutnya sebagai “perangsang bagi banyak orang” (lih. 2 Kor. 9:2).

Ketika pemberian jemaat-jemaat di Makedonia telah terkumpul, Paulus memakainya kembali sebagai dorongan bagi jemaat di Korintus untuk menyelesaikan komitmen mereka.

Paulus terus menekankan pentingnya kerelaan dalam tindakan pemberian tersebut, yakni berdasarkan apa yang ada pada jemaat (ay. 12).

Pemberian jemaat akan menjadi sia-sia bila dilakukan tanpa kerelaan dan dengan terpaksa.

Pemberian yang rela dari jemaat tersebut akan membawa keseimbangan, yakni kelebihan jemaat di Korintus akan mencukupkan kekurangan jemaat di Yerusalem dan kelebihan jemaat di Yerusalem akan mencukupkan kekurangan jemaat di Korintus.

Paulus memakai contoh orang Israel ketika mengumpulkan manna untuk menjelaskan hal ini (bnd. Keluaran 16:18).

Dalam mengumpulkan manna, kebutuhan semua orang Israel tercukupi berdasarkan kebutuhan mereka.

Tidak ada yang menderita kekurangan dan tidak ada yang memiliki secara berlebihan (ay. 13-15).